Sabtu, 4 April 2026

Keluarga Besar Gorontalo Rantau di Parimo Gelar Lebaran Ketupat

Warga pengunjung di lokasi lebaran ketupat saat menyantap menu makan yang telah disiapkan oleh tuan rumah. Foto - Aswadin/PE

PALUEKSPRES, PARIMO – Warga Gorontalo rantau di Kelurahan Bantaya dan Kampal Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menggelar lebaran ketupat yang di puastkan dipesisir pantai Kelurahan Bantaya-Kampal Senin (9/5/2022).

Diketahui, Idul Fitri dilaksanakan pada 1 Syawal setiap tahun, maka lebaran ketupat diperingati sepekan setelah Idul Fitri.

Ketua kerukunan keluarga besar Gorontalo rantau “Lamahu” Kabupaten Parigi Moutong, Moh. Rifai Pakaya mengatakan, lebaran ketupat ini awalnya merupakan tradisi dari suku jawa dan hingga saat ini diikuti oleh suku Gorontalo.

“Tradsisi lebaran ketupat dinilai sangat baik oleh orang-orang di Gorontalo. Karena momen ini sebagai ajang untuk mempererat silaturahmi antar keluarga dan tetangga yang ada disekeliling kita.,” kata Rifai kepada wartawan disela kegiatan lebaran ketupat.

Sehingga, setiap tahunya masyarakat Gorontalo rantau yang ada di Kabupaten Parigi Moutong rutin melaksanakan kegiatan tersebut, seperti apa yang dilaksanakan oleh orang-orang yang ada di Provinsi Gorontalo.

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya semata dilaksanakan oleh warga Gorontalo saja, namun melibatkan masyarakat lainnya sebagai bentuk kebersamaan dalam menjalin silaturahmi antar sesama kerabat.

“Kemudian, untuk dana yang kami gunakan bersumber dari masyarakat, dan yang lainya merupakan sumbangan dari beberapa OPD serta pemerintah daerah.” ungkapnya.

Lanjut dia mengatakan, agenda setiap tahunya dilaksanakan sepeken setelah Idul Fitri atau pada 8 syawal. Kemudian, kebiasaan mereka ketupat yang sudah dimasak dipajang dihalaman rumah masing-masing untuk disantap oleh tamu yang datang memeriahkan lebaran ketupat tersebut.

Ia menambahkan, tradisi lebaran ketupat pihaknya tidak hanya menyiapkan menu ketupat, namun ada juga menu-menu lainya, seperti nasi kuning, lontong dan lain sebagainya.

“Jadi sebelum perayaan lebaran ketupat, kami juga melaksanakan beberapa rangkaian lomba untuk hiburan dilokasi, seperti panjat pohon pinang, lomba lampu hias dan lainya,” ungkapnya.

Tradisi ini juga menurutnya, salah satu cara mengingat kepada Allah SWT dalam hal saling memaafkan sesama warga. Ketupat selanjutnya siapkan, lalu disantap bersama-sama yang sebelumnya telah dibacakan doa agar semua keluarga mendapat keberkahan dan kesehatan.

“Harapan kami kedepan semoga pemerintah terus mendukung kegiatan seperti ini. Karena ini merupakan sedekah, sebab kita telah memberikan santapan kepada saudara-saudara kita yang datang ketempat ini,” ujarnya. (asw/paluekspres)