Sabtu, 8 Agustus 2026

Tata Kelola Setiap Koperasi di Parimo Diharapkan Lebih Maju

PALUEKSPRES, PARIMO – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menggelar pelatihan penguatan kelembagaan organisasi dan manajemen koperasi. 

Kegiatan dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Parimo, Ir. Lewis, berlangsung di salah satu hotel di Parigi, Senin (29/8/2022).

Baca juga : Diskop UKM Perindag Boalemo Belajar Pengembangan UMKM di Parimo

Menurut Lewis, memasuki persaingan di era digital, koperasi diharapkan mampu memanfaatkan kemudahan akselerasi, informasi dan teknologi koperasi.

“Koperasi sebagai badan usaha, tentunya akan mampu disejajarkan untuk bersaing dengan pelaku ekonomi lainnya. Sehingga, tata kelola setiap koperasi harus diperhatikan,” ujar Lewis.

Kemudian, yang paling utama katanya, diperlukan profesionalisme serta tanggungjawab dari pengelola koperasi itu sendiri. Supaya terus mengembangkan produktifitas koperasi yang mereka kelola.

Baca juga : Hidup di Era VUCA, Dokter Reny Minta UMKM Manfaatkan Teknologi Informasi

Dia mengatakan, di usia 62 tahun, koperasi kata Lewis diharapkan bisa menyokong perekonomian di Desa maupun disetiap Kecamatan diwilayah Kabupaten Parigi Moutong.

“Manajemen keuangan diharapkan juga bisa mengikuti perbankan dan memudahkan dalam mempelajari arus kas dana yang ada disetiap koperasi,” ujarnya.

Dia pun berharap, tata kelola disetiap koperasi di Parigi Moutong harus lebih maju dengan menggunakan teknologi modern.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Parigi Moutong, Sofiana mengatakan, pelatihan tersebut diikuti sebanyak 15 koperasi masing-masing mengutus 2 orang peserta.

“Kegiatan berlangsung selama 2 hari. Kemudian, dari 15 koperasi, masing-masing dua orang perwakilan setiap koperasi, yaitu pengurus dan pengawas,” jelas Sofiana.

Menurut dia, Parigi Moutong sendiri telah berdiri sebanyak 223 koperasi. Sementara, yang telah mengikuti Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2021 yang dilaksanakan tahun 2022 tercatat baru 85 koperasi.

“Sebagian koperasi belum maksimal melaksanakan rapat anggota tahunan bersama kami, karena kesibukan mereka,” ungkapnya.

Dia mengatakan, melalui pelatihan dilaksanakan pihaknya, diharapkan dapat memotivasi pengurus maupun anggota. Selain itu, pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan monitoring setiap pergerakan koperasi yang ada disetiap Kecamatan.

“Setiap koperasi agar lebih transparan dalam struktrur keanggotaan,” harapnya.

Menurutnya, kegiatan pelatihan seperti ini telah dilaksanakan sebanyak enam kali yang dibagi dalam tiga bidang pada Dinas yang dipimpinya, yakni bidang pemberdayaan koperasi, pemberdayaan UKM, dan bidang kelembagaan.

“Dan, perlu kami sampaikan kepada pengawas yang tengah mengikuti pelatihan ini, bahwa waktu kita tinggal 6 bulan, tentunya kami harus mempersiapkan lagi untuk evaluasi dan monitoring dalam hal pembinaan soal pengelolaan keuangan disetiap koperasi,” ujarnya. (asw/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital