Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Rusdy Mastura menegaskan tak akan surut dari sikap tegasnya yang menolak pelantikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulteng di luar pejabat yang diusulkan.
Sikap tegas Gubernur Sulteng itu yang pantang surut tolak pelantikan Sekdaprov, ia barengi dengan lobi ke Mendagri hingga Presiden Joko Widodo.
Sebagaimana diketahui, Dra Novalina, MM ditetapkan sebagai sekretaris daerah provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) berdasarkan petikan surat Keputusan Presiden Nomor 146/TPA/2022 tentang pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng.
“Biar SK Presiden, kenapa dank? Beliau teman saya juga, selama disampaikan secara santun dan beradab, semua ada solusinya,” kata Gubernur Rusdy Mastura pada sambutan lepasnya pada kegiatan penyerahan bantuan sarana dan prasarana perikanan kepada kelompok nelayan se-Sulteng, Rabu (14/12/2022), di halaman kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulteng.
Baca juga : Sekdaprov Sulteng Pimpin Sertijab Kepala OPD
Di hadapan sejumlah pejabat eselon II dan eselon III, serta para nelayan dan pembudidaya perikanan penerima bantuan, Rusdy Mastura mengakui dirinya sudah menghadap Presiden Jokowi mempertanyakan terkait pejabat Sekdaprov yang di-SK-kan tidak sesuai nama yang diusulkan oleh Gubernur Sulteng.
Sebelum menghadap ke Presiden Jokowi kata Rusdy Mastura, dirinya terlebih dahulu ketemu Mendagri, menyatakan sikap penolakannya atas pejabat yang di-SK-kan di luar dari usulan yang ia usulkan. Saat itu, Rusdy Mastura meminta agar tidak ada pelantikan sebelum keluar keputusan susulan dari Presiden Jokowi. Bahkan, Gubernur Sulteng sebut ada indikasi permainan
“Kecuali Bapak Presiden bilang, sudahlah Rusdy, lantik saja. Apa boleh buat. Tapi kalau (Presiden katakan) tidak, yah tidak,” kata Bung Cudy sapaan akrabnya.
Baca juga : Gubernur Rusdy Mastura Tolak Lantik Novalina Jadi Sekdaprov Sulteng
Sikap tegas tersebut lanjutnya, bukan berarti melawan keputusan Mendagri, terlebih lagi kepada Presiden Jokowi. Tapi semua itu sebagai upaya koreksi terhadap mekanisme proses pengajuan Sekdaprov dan menutup ruang indikasi permainan dalam meloloskan nama pejabat di luar dari usulan gubernur.
“Supaya pemerintah juga tau ada salahnya, ada permainan di kalangan anak buahnya. Bagaimana kalau kita tidak kritik, pasti mereka tidak tau dan permainan itu terus berlangsung di bawah,” ujarnya.
“Jadi dalam rangka meluruskan yang tidak betul. Jadi kita juga harus meluruskan, jangan cuma takut, jangan jangan ini nanti tersinggung, ini SK presiden, harus cepat dilantik. Tidak ada itu,” tambahnya.
Hanya saja Rusdy menggaris bawahi, sikap kritis tersebut ia sampaikan kepada pemerintah pusat tetap dalam cara-cara santun dan beradab. Sebab, permasalahan yang terjadi, semua bisa diselesaikan jika disampaikan dengan cara santun.
“Kita bisa bicarakan, kita bisa approach, yang penting kita tidak sombong, melawan, harus bicara baik baik,” kata mantan wali kota Palu dua periode itu.
Sebelumnya diberitakan, Gubernur H Rusdi Mastura menegaskan sikapnya menolak melantik Dra. Novalina, MM sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah.
Seperti diketahui, berdasarkan SK Presiden Joko Widodo, Dra. Novalina, MM ditunjuk menjadi Sekdaprov Sulteng.
“Saya lepas pemilihan Sekda, tetapi saya juga berharap dan merekomendasikan calon yang saya anggap cakap dan memiliki integritas serta loyalitas untuk membantu saya,” tegas Gubernur Rusdi Mastura melalui keterangan tertulis yang disiarkan Biro Adpim Setdaprov Sulteng, Jumat (9/12/2022). (bid/paluekspres)






