Ini 3 Tips Agar Perusahaan Bertahan di Tahun 2023. Mengenal pelanggan adalah salah satu aturan pertama untuk menjalankan bisnis yang sukses. Pelanggan saat ini sangat peduli dengan lingkungan dan produk yang keberlanjutan.
Tak hanya itu, menurut studi SurveyMonkey, satu dari tiga konsumen lebih suka berbelanja dengan mempertimbangkan keberlangsungan lingkungan planet ini. Bahkan jika itu berarti harus membayar lebih mahal seperti dilansir Inc.
Sementara itu, penelitian Pusat Bisnis Berkelanjutan Universitas New York menemukan bahwa penjualan produk yang dipasarkan sebagai suistainable atau berkelanjutan ini juga tumbuh 2,7 x lebih cepat daripada perusahaan yang tidak.
Meskipun untuk membuat perusahaan Anda lebih ramah lingkungan memerlukan investasi di awal, namun dipastikan dapat memberikan keuntungan dalam jangka panjang. Anda tidak perlu mengubah seluruh rencana bisnis Anda.
Berikut ini ada 3 tips keberlanjutan untuk setiap pemilik bisnis di tahun 2023.
- Pikirkan kembali kemasan Anda
Ericka Rodriguez mendirikan merek lipstik vegannya, Axiology, pada tahun 2014 di New York City. Meskipun lipstiknya awalnya dikemas dalam aluminium yang dapat didaur ulang, Rodriguez mengetahui bahwa komponen plastiknya sering kali tidak dapat didaur ulang. Jadi dia dan timnya yang terdiri dari empat karyawan mulai menguji cara membuat kemasan mereka lebih ramah lingkungan. Mereka memilih kertas yang dapat dikomposkan, kertas makanan yang bebas dari lilin dan lem yang bersumber dari hewani yang membungkus lipstik seperti kertas di atas krayon.
Untuk investasi ini butuh satu setengah tahun dan ribuan dolar untuk beralih. Namun biaya produksi akhir sekarang lebih rendah daripada kemasan aluminium, memungkinkan Rodriguez menurunkan harga eceran lipstik andalannya dari $28 menjadi $24. Kemasan baru juga membantu membedakan mereknya dari pesaing.
- Pertimbangkan sumber yang bertanggung jawab
Nadya Okamoto dan Nick Jain mendirikan perusahaan produk kesehatan wanita yaitu pembalut merek August pada 2021.
Bahan utama untuk produk mereka adalah kapas. Tanaman nonpangan yang paling menguntungkan di dunia. Tetapi bertani dengan pestisida, pupuk, dan bahan kimia lainnya dapat mencemari saluran air dan tanah. Menciptakan malapetaka pada ekosistem.
Jadi, para pendiri August berkomitmen sejak awal hanya menggunakan kapas organik yang dibudidayakan secara berkelanjutan. mereka melawan bahan viscose alternatif industri yang populer, yaitu sejenis rayon yang kurang berkelanjutan dan menjadi sasaran berbagai masalah kesehatan.
Itu berarti tanaman kapas yang mereka gunakan untuk produk mereka menghasilkan lebih sedikit emisi gas rumah kaca dan tidak mencemari ekosistem sekitar.
Harga rata-rata tampon atau pembalut biasa isi 28 bungkus antara $10 dan $11. sedangkan tampon August isi 24 bungkus dihargai antara $14 dan $15. Bagi Okamoto, perbedaan harga itu sepadan bagi pelanggan dan bisnisnya.
- Waspadalah terhadap greenwashing
Bukan rahasia lagi bahwa perusahaan melebih-lebihkan betapa ramah lingkungan produk mereka.
“Bagi saya, greenwashing adalah mengklaim secara berlebihan atau berbohong tentang apa yang Anda lakukan,” kata Tensie Whelan, direktur Pusat Bisnis Berkelanjutan di Universitas New York.
Menurut dia, beberapa perusahaan yang mengklaim itu di antaranya karena kurangnya kompetensi.
“Ini adalah bidang yang benar benar baru. Kita semua belajar sepanjang waktu,” kata Tensie dilansir Inc.
Sementara klaim yang menyesatkan tentang produk yang ramah lingkungan menjadi hal yang biasa, perusahaan yang melebih-lebihkan detail tentang ramah lingkungan ini berisiko merusak reputasi secara signifikan.
Greenwashing telah menjadi pusat kontroversi selama lima tahun terakhir.
Beberapa perusahaan seperti Tide, Coca-Cola, dan Banana Boat yang ditulis Inc, telah menghadapi pertanyaan dan bahkan tuntutan hukum yang menantang berbagai klaim terkait keberlanjutan. (aaa/PaluEkspres)






