London, PaluEkspres.com — Presiden RI Prabowo Subianto berkunjung ke kediaman Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer di 10 Downing Street, London, Kamis (21/11).
Setelah sebelumnya bertemu dengan Raja Charles III di Buckingham Palace pada hari yang sama.
Prabowo tiba di Downing Street pada pukul 11:36 waktu setempat. Prabowo tiba mengenakan jubah berwarna abu-abu dan berpeci hitam.
Di kesempatan itu, Prabowo sempat menyapa rekan-rekan media dan menunjukkan salam hormatnya.
Di awal pertemuan dengan PM Inggris, Prabowo disambut dengan hangat dan Keir menyebut pertemuan dengan Prabowo ini merupakan pertemuan yang istimewa.
“Selamat datang. Sungguh luar biasa bisa menyambut Anda di sini. Memang benar kita bertemu awal minggu ini. Tapi kedatangan Anda di sini di Downing Street adalah sebuah keistimewaan,” tutur Keir ke Prabowo.
Di pertemuan ini keduanya membahas penguatan kerja sama antara Indonesia dan Inggris yang telah terjalin dalam berbagai sektor dan isu strategis global.
“Kita bisa membicarakan apa saja. Sangat-sangat baik,” ujar Keir.
Adapun Prabowo mengungkapkan kesannya bertemu dan berbincang bersama Keir.
“Terima kasih, Pak Perdana Menteri. Suatu kehormatan bagi saya. Akhirnya, saya melihat bagian dalam Downing Street,” ujar Prabowo.
Bahas Kerjasama Ekonomi, Pertahanan hingga Iklim
Bersama Keir, Prabowo membahas penguatan kerjasama strategis antara Indonesia dan Inggris. Pertemuan ini juga menandai 75 tahun hubungan bilateral antara kedua negara. Beberapa bidang kerjasama yang dibahas adalah ekonomi, pertahanan, dan iklim.
“Kami telah sepakat untuk mengupayakan Kemitraan Strategis baru yang lebih mendalam antara Inggris dan Indonesia yang akan kami luncurkan pada tahun 2025. Kemitraan ini akan memberikan masa depan yang lebih sejahtera, aman, dan berkelanjutan bagi rakyat kedua negara,” ujar kedua pemimpin dalam pernyataan bersama yang diunggah pemerintah Inggris di situs resmi.
Kemitraan ini akan menyediakan kerangka kerja yang melibatkan kalangan bisnis, akademisi, dan lembaga penelitian, organisasi budaya, dan masyarakat luas.
Kedua negara juga berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan bertukar pikiran tentang ketidakpastian dalam politik global saat ini. Di mana mereka sepakat untuk bekerja sama lebih erat lagi dalam mengatasi tantangan global.
Prabowo dan Keir menyoroti potensi untuk bermitra dalam memajukan transisi energi dan industri strategis berkelanjutan serta kerjasama industri pertahanan.
“Menyadari besarnya tantangan ekonomi global saat ini, kami sepakat untuk mengupayakan segala cara guna meningkatkan perdagangan antara kedua negara, dengan menyingkirkan hambatan untuk menghasilkan pertumbuhan dan lapangan kerja di kedua negara,” jelas mereka.
Prabowo dan Keir pun membahas tentang transisi energi. Keduanya menghendaki transisi yang adil dan merata, memangkas emisi karbon, dan melindungi lingkungan alam, serta memastikan pembangunan ekonomi.
“Indonesia menyambut baik dukungan Inggris terhadap transisi hijau. Kami berharap dapat memperdalam kerja sama kami dalam infrastruktur berkelanjutan, dengan membangun rekam jejak kami dalam memanfaatkan infrastruktur hijau untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan,” demikian pernyataan itu.
Turut mendampingi Prabowo dalam pertemuan bersama di antaranya Menteri Luar Negeri Sugiono, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budi Djiwandono, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (tim media Prabowo)






