Kamis, 16 April 2026

DLH Sulteng Sebut Peledakan Blasting Oleh PT CPM Berdaya Ledak Rendah

DLH Sulteng Sebut Peledakan Blasting Oleh PT CPM Berdaya Ledak Rendah
Sekretaris DLH, Wahid Irawan bersama enam pejabat teknis DLH, mulai dari pengendali dampak lingkungan hidup hingga penelaah teknis kebijakan turun langsung melihat site PT CPM, Rabu kemarin/ Foto: Istimewa

Palu, PaluEkspres.com– Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan bahwa proses peledakan blasting yang dilakukan oleh PT Citra Palu Minerals berlangsung dengan daya ledak rendah atau low eksplosive dan hasil uji getaran masih berada di bawah ambang SNI.

Pernyatan ini disampaikan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah (DLH Sulteng) dalam Berita Acara Verifikasi Lapangan Kegiatan Pertambangan Emas di Kota Palu Provinsi Sulteng oleh PT Citra Palu Minerals, Rabu (19/2/2025).

Sebelumnya, Sekretaris DLH, Wahid Irawan bersama enam pejabat teknis DLH, mulai dari pengendali dampak lingkungan hidup hingga penelaah teknis kebijakan turun langsung melihat site PT CPM, Rabu kemarin.

DLH menyebutkan bahwa PT CPM pada prinsipnya merupakan kegiatan legal yang dibuktikan dengan berbagai jenis legalitas yang telah dimiliki oleh PT. CPM.

Tidak hanya legals dalam administrasi, PT CPM juga menjalankan prosedur pekerjaan sesuai dengan standar hukum yang berlaku.

Ada sebanyak14 poin dari hasil verifikasi administrasi dan lapangan yang dilakukan DLH terhadap kegiatan yang dilaksanakan PT CPM.

Selain menyebutkan bahwa proses peledakan blasting yang dilakukan oleh PT Citra Palu Minerals berlangsung secara low eksplosive dan hasil uji getaran masih berada di bawah ambang SNI.

DLH dalam verifikasinya menyebutkan bahwa limbah cair dari pabrik pengolahan di kelola dengan fasilitas flushing pond dan dimanfaatkan kembali untuk proses pengolahan (closed circuit);

Mengenai hal tersebut GM External Affairs and Security PT CPM, Amran Amier menyampaikan bahwa perusahaannya sudah memenuhi segala ketentuan dalam regulasi yang tertuang dalam dokumen persetujuan teknis (pertek) dan dokumen AMDAL.

“Pemantauan Udara Ambien dan pemantauan Emisi semuanya sudah dilakukan dengan pihak Laboratorium yang terakreditasi KAN, dan semua parameter lingkungan baik untuk pemantauan udara ambien maupun pemantauan emisi semuanya memenuhi baku mutu lingkungan,” ungkap GM External Affairs and Security PT CPM, Amran Amier.

Amran menambahkan bahwa, alat pendeteksi gas HCN di CPM tergolong canggih dan berkualitas. Merek yang digunakan yaitu OLDHAM dan juga ATI.

Alat ini mempunyai detection limit 4.7 ppm yang dipasang diarea pelarutan sianida. Sampai sejauh ini tidak ada indikasi pembentukan gas HCN dan operator bekerja dengan aman.

“Tim maintenance selalu melakukan kalibrasi dan preventif maintenance agar alat selalu berfungsi dengan baik. Alat deteksi sianida juga dipasang dibeberapa titik lainnya di pabrik pengolahan,” ucap Amran (***)