Palu, PaluEkspres.com – Desa Bahodopi, salah satu desa dari 12 desa yang berada di lingkar kawasan industri PT IMIP, kini tumbuh ribuan usaha. Berdasarkan hasil survei internal, tercatat sekitar 7.600 usaha tumbuh di Desa Bahodopi, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Ada 10 jenis usaha tumbuh dari dampak industri, terbanyak adalah kios barang campuran atau kios sembako dan usaha jasa pertamini.
“Kedua jenis usaha ini tumbuh pesat karena memang kebutuhan sehari-hari bagi warga dan tenaga kerja yang ada di Kawasan PT IMIP,” kata Emilia Bassar, Direktur Komunikasi PT IMIP pada pelatihan jurnalistik ekonomi dan industri di Era transformasi digital. Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Mei 2025 di Swiss-Belhotel Silae Palu.
Usaha kos-kosan lanjut Emilia, termasuk jenis usaha yang cukup pesat pertumbuhannya di Desa Bahodopi, seiring peningkatan jumlah tenaga kerja untuk kebutuhan akomodasi bagi mereka yang berasal dari luar wilayah Kabupaten Morowali.
“Ini kalau kita bicara soal dampak ekonomi,” kata Emilia.
Untuk meningkatkan sektor pendidikan, IMIP juga membangun sarana dan prasarana pendidikan, mulai dari PAUD/TK, SD hingga SMP. “Sekarang mulai ada juga SMP,” katanya.
IMIP tambahnya, juga membantu pengelolaan Politeknik Industri Logam Morowali. Perguruan tinggi ini mulai menerima mahasiswa angkatan pertama pada 2018. Kini alumninya sudah ada yang magang di kawasan IMIP. Bahkan, tak sedikit alumninya sudah ada yang direkrut oleh IMIP, tentunya terlebih dahulu mengikuti seleksi sebagai bentuk penerapan keadilan bagi calon tenaga kerja.
“Semuanya ini tentunya untuk peningkatan ekonomi bagi warga lokal, provinsi dan Indonesia secara keseluruhan,” ujarnya.
Sementara itu, Media Relations Manager PT IMIP Dedy Kurniawan, mengungkapkan jumlah tenaga kerja di Kawasan PT IMIP kini tercatat 85.423 orang. Dari total tenaga kerja tersebut, 93 persen merupakan tenaga kerja dari wilayah Pulau Sulawesi dan sekitar 6 persen merupakan tenaga kerja asing (TKA).
Jika dibagi berdasarkan wilayah yang ada di Pulau Sulawesi (6 provinsi), tenaga kerja yang berasal dari Sulawesi Tengah (Sulteng) ada diangka 31% atau 26.445 orang.
Untuk tenaga kerja dari Kabupaten Morowali sendiri, angkanya sebanyak 15.317 pekerja atau 58% dari total keseluruhan karyawan asal Sulteng yang bekerja dalam kawasan IMIP.
Sejak tahun 2020, penyerapan tenaga kerja di Kawasan IMIP terus meningkat. Tahun 2020 jumlah karyawan IMIP sebanyak 35.592, tahun 2021 51.542 orang, tahun 2022 sebanyak 68.466 orang, 2023 sebanyak 74.350 orang, dan tahun 2024 sekitar 83.000 orang. Per tanggal 3 Mei 2025, Kawasan IMIP telah menyerap tenaga kerja mencapai 85.423.
Total tenaga kerja tersebut kata Dedi, belum termasuk tenaga kerja dari perusahaan kontraktor, jumlahnya sekitar 30 ribuan orang. Bila ditambahkan dengan tenaga kerja dari para suplayer, maka jumlah tenaga kerja yang beraktivitas di kawasan tersebut semakin besar. Perusahaan suplayer itu di antaranya merupakan pemasok untuk kebutuhan makanan para tenaga kerja di Kawasan IMIP. (fit/paluekspres)






