Palu, PaluEkspres.com – Surat klarifikasi yang dilayangkan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid kepada Bupati Morowali Utara (Morut), Delis Julkarson Hehi, terkait operasional PT Cipta Agro Sakti (CAS) mendapat dukungan dari DPRD Sulteng.
Anggota DPRD Sulteng, Muhammad Safri, menilai langkah gubernur sudah sesuai dengan kewenangan dalam pengawasan kepala daerah.
“Sudah tepat. Gubernur menggunakan kewenangan untuk memantau dan mengawasi kinerja bupati dan wali kota dalam menjalankan pemerintahan,” kata Safri kepada wartawan, Kamis (29/5/2025).
Surat itu disebut Safri merupakan respons atas laporan masyarakat adat Anak Suku Wana Taa Barangas terkait aktivitas pembukaan lahan sawit PT CAS di Desa Menyo’e, Morut.
“Gubernur merespons aksi protes dan penolakan masyarakat adat atas kehadiran PT CAS yang dinilai berpotensi memicu konflik agraria,” tegasnya.
Safri sejak awal menyoroti keputusan Bupati Morut yang memberikan izin kepada PT CAS. Ia menilai kebijakan itu mengabaikan keberadaan masyarakat adat dan hak ulayat mereka.
“Kami sudah ingatkan sejak awal. Tolong hormati dan lindungi masyarakat adat setempat. Tapi bupati malah memberi izin dan bahkan ikut meresmikan pembukaan lahan, padahal warga jelas menolak,” ujar Sekretaris Komisi III DPRD Sulteng itu.
Dalam surat klarifikasi gubernur, lanjut Safri, juga ditegaskan bahwa PT CAS belum memiliki Hak Guna Usaha (HGU). Informasi itu diperoleh dari hasil koordinasi dengan Kanwil ATR/BPN Sulteng.
“Belum ada HGU, itu artinya aktivitas perusahaan sudah bertentangan dengan peraturan. Maka kebijakan bupati memberi izin juga menyalahi prosedur,” beber Safri.
Politikus itu pun meminta Menteri Dalam Negeri tidak ragu memberi sanksi kepada Bupati Morut jika terbukti menyalahgunakan wewenang atau melanggar aturan investasi.
Tak hanya itu, Safri juga mendorong aparat penegak hukum menyelidiki potensi pelanggaran pidana dalam kasus ini.
“Kalau terbukti izinnya tidak sesuai prosedur, ada penyalahgunaan wewenang atau unsur korupsi, kami desak Mendagri untuk beri sanksi tegas,” pungkasnya.






