Minggu, 5 April 2026

Tsunami terdeteksi usai gempa M7,6 di Laut Maluku, sejumlah wilayah berstatus siaga

Manado, PaluEkspres.com – Gelombang tsunami terdeteksi di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang Laut Maluku pada Kamis (2/4) pagi, menurut pembaruan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BMKG menyebut pusat gempa berada sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara.

Data pemantauan menunjukkan ketinggian tsunami bervariasi di beberapa lokasi. Di Minahasa Utara, tinggi gelombang tercatat mencapai 0,75 meter pada pukul 06.18 WIB. Sementara itu, di Belang terdeteksi 0,68 meter pada pukul 06.36 WIB.

Di lokasi lain, ketinggian tsunami tercatat lebih rendah, antara lain di Bitung setinggi 0,20 meter (06.15 WIB), Halmahera Barat 0,30 meter (06.08 WIB), dan Sidangoli 0,35 meter (06.16 WIB).

BMKG menetapkan status “Siaga” untuk sejumlah wilayah, termasuk Ternate, Halmahera, dan Kota Tidore di Maluku Utara, serta Kota Bitung, Minahasa Utara bagian utara, dan Minahasa Tenggara di Sulawesi Utara. Pada status ini, pemerintah daerah diminta segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi.

Sementara itu, status “Waspada” diberlakukan di Minahasa Utara bagian selatan, Kepulauan Sangihe, dan Bolaang Mongondow bagian selatan. Dalam kondisi ini, warga diimbau menjauhi pantai dan tepian sungai.

Guncangan gempa dilaporkan cukup kuat di sejumlah daerah. Di Ternate, intensitasnya mencapai skala V hingga VI MMI (Modified Mercalli Intensity), yang menunjukkan getaran dirasakan hampir semua penduduk dan berpotensi menimbulkan kerusakan ringan hingga sedang.

Getaran juga dirasakan di wilayah lain, termasuk Ibu di Halmahera Barat dengan intensitas V MMI, Manado IV hingga V MMI, serta Gorontalo, Bone Bolango, dan Gorontalo Utara pada skala III MMI, menurut BMKG.