Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Waspadai Tiket Bus Bodong

Penumpang yang tidak teliti bisa dengan mudah tertipu. Mereka membayar harga yang ditetapkan. Selanjutnya, menunggu arahan bus yang bisa ditumpangi. Harga tiket yang ditawarkan jauh di atas tarif sebenarnya. Misalnya, Surabaya–Pacitan Rp 80 ribu dijual Rp 120 ribu. Surabaya–Jakarta Rp 170 ribu dijual Rp 190 ribu. Keuntungan mereka Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu per tiket.

Hardjo menyatakan, apabila tidak ada bus sesuai tujuan yang diinginkan, penjual tiket abal-abal itu asal menunjuk bus. Akibatnya, penumpang yang membeli tiket tersebut diturunkan di tengah jalan. ”Mereka sudah telanjur bayar, tapi bus yang ditumpangi tidak sesuai arah tujuan,” jelasnya.

Petugas gabungan lalu mengamankan dua orang yang tertangkap tangan sedang praktik di sekitar terminal. Mereka adalah Lulut Widodo dan Subur Hariyanto. Keduanya langsung diamankan di Mapolsek Waru.

Kapolsek Waru Kompol Fathoni yakin pelaku bukan hanya dua orang. Mereka juga sudah lama beroperasi di wilayah tersebut. Dia sering mendapat laporan dari anggota yang mengadakan pengamanan tertutup di sekitar Terminal Purabaya. ”Hingga kini, kami masih terus memantau rekan-rekan mereka,” ungkapnya.

Fathoni menekankan, tindak kejahatan tersebut sangat sederhana. Pola antisipasinya juga sederhana. UPT terminal sudah menetapkan aturan kru bus harus mengenakan seragam. Karena itu, calon penumpang diminta lebih percaya kepada mereka yang mengenakan identitas. ”Jangan asal percaya pada sembarang orang,” ujarnya.

Dia yakin modus tersebut semakin sering digunakan menjelang mudik Lebaran. Saat itu, kepadatan penumpang di Terminal Purabaya meningkat. Jumlah armada sering berkurang. Pelaku sangat potensial melancarkan aksinya pada momen tersebut. ”Kami ingatkan kembali agar tidak mudah percaya pada orang yang baru dikenal,” tegas Fathoni.

(riq/c6/oni)