Dengan terbentuknya Kampung KB, pihaknya sebut Andi berharap sosialisasi dua anak cukup dapat masif dilakukan. Termasuk menyosialisasikan delapan fungsi keluarga dalam pembangunan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia. Fungsi itu antara lain fungsi keagamaan, sosial, budaya, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan serta lingkungan.
Kedepan lanjutnya pemerintah daerah utamanya sektor organisasi terkait meningkatkan peran aktifnya. Mewujudkan wawasan kependudukan serta menganalisis dampak kependudukan.
“Kami tentu berharap kampung KB meningkatkan kualitas dan kesejahteraan keluarga. Harus ada aksi dan gerakan nyata bukan hanya seremoni,”pungkasnya. Walikota Palu diwakili Asisten Pemerintahan, Rifani Pakamundi dalam sambutannya berharap sama agar seluruh sektor terkait memaksimalkan dukungan program kampung KB.
“Harus berperan aktif dalam keberhasilan kegiatan ini. Mengembangkan sosialisasi kebijakan pengendalian penduduk agar terwujud pembangunan berwawasan kependudukan,”kata Rifani.
Keberadaan kampung KB diharap pula dapat mempererat dan merevitalisasi program KB dan keluarga sejehtera “Tentu selaku wali kota kami tidak ingin program KB terhenti pada seremoni pencanangan belaka. Harus segera melakukan aksi nyata di lapangan,”demikian Rifani
(mdi/Palu Ekspres)






