Minggu, 5 April 2026

Akhirnya, Mita Handayani Mengaku Tulisannya Dicopy Paste Afi Nihaya

“Terkait tulisan yang ramai diperbincangkan, yang bisa kukatakan adalah, tulisan itu mungkin berangkat dari keprihatinan Afi terkait aksi Bom Kampung Melayu sebelumnya. Tulisan itu ditayangkan Afi dalam niat untuk membela nama agamanya dari tuduhan terorisme dan kebencian. Dia merasa perlu segera menanggapi, dan mungkin berpikir bahwa tulisan itu adalah respons yang tepat.” imbuhnya.

Mita Handayani juga memaklumi kesalahan yang dilakukan oleh Afi Nihaya yang telah menciplak tanpa menulis sumber. Ia juga mewakili Afi Nihaya seraya memohon maaf.

” Jika usaha Afi kali ini dianggap kesalahan, aku mohon dimaafkan. Mungkin kita yang terlalu membebaninya, sehingga Afi merasa memiliki tugas moral untuk terus menginspirasi pembacanya, terutama di waktu-waktu genting ketika justru yang lebih tua tak bisa diandalkan untuk menyejukkan keadaan. Afi merasa harus berbuat sesuatu, dan jika itu salah, mohon dimaafkan.” Katanya.

“AKu pernah salah. Kamu pernah salah. Kita semua pernah salah. Tak apa-apa, sayang.. matahari masih terbit esok hari. Kamu akan terbang lebih tinggi lagi, dengan sayap yang lebih kuat lagi, dan pengalaman hidup yang lebih kaya lagi dari kebanyakan manusia.” imbuhnya.

“PS: Oh iya, soal referensi lalat yang dipermasalahkan. Betul itu salah referensi, thanks ya koreksinya. Yang betul adalah dari Kitab Fayd Al-Qadir karya Imam Al-Munawi.” tutupnya.

Diketahui, semenjak kabar dugaan plagiat dari tulisan Mita Handayani yang dilakukan Afi Nihaya Faradisa, Netizen mulai ramai-ramai mendesak Mita Handayani untuk segera berkomentar.

Pasalnya, tulisan Mita Handayani tersebut tak terlihat di akun facebooknya. Namun setelah mendapat desakan dari netizen, Mita akhirnya membuka tulisannya yang berjudul Agama Kasih yang sengaja digembok untuk menghindari pembully-an terhadap Afi Nihaya.

“Kemarin sengaja kugembok tulisan ini (Agama Kasih) agar tidak membuat keributan. Tapi karena sudah terlanjur ribut, mudah-mudahan ini bisa membantu menenangkan keributan. Silakan, bagi yang minta tulisan ini dibuka lagi. Cukup ya, tidak usah diperpanjang lagi.” tulisnya.

Sementara Afi Nihaya Faradisa hingga saat ini masih mengklaim jika itu adalah tulisannya, Ia berkilah tulisan itu sudah dibuat semenjak tahun 2012 lalu dengan akunnya yang lama. Hal ini ia ungkapkan saat wawancara eksklusif di salah satu TV swasta sesaat sebelum Ia diundang ke Istana memperingati Hari Lahir Pancasila.

(dal/fajar)