oleh

Selamatkan Pasien Kanker yang Nyaris Bunuh Diri

Pejuang kanker Indira Abidin (Foto: Deden Darmansyah/Okezone)

TIDAK mudah untuk menghadapi mood penderita kanker. Terutama pasien yang sudah putus asa untuk sembuh dari kanker. Bahkan ada pasien yang nyaris bunuh diri, lantaran tak kuat hadapi kanker yang grogoti tubuhnya.
Itulah kesulitan yang dirasakan oleh Pendiri Yayasan Lavender Ribon Cancer, Indira Abidin dan sahabatnya Nita Yusuf.

Masa-masa sulit yang dihadapi Indira melawan kanker, kemudian ia tularkan pengalaman kepada pasien kanker, hingga ia membentuk wadah Yayasan Lavender tersebut. Bahkan sesama penderita kanker, Indira dan Nita dijuluki Lavender Ribbon Cancer. Anggota Lavender Ribbon Cancer saat ini berjumlah 400 orang yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan ada pula yang tinggal di Australia. Tapi yang sering bertatap muka hanya sekira 40 orang dan rata-rata mereka masih menjalani treatment pengobatan segala macam jenis kanker. Diakui Indira, ia selalu mengalami kesulitan untuk menghadapi sebagian pasien kanker yang berkonsultasi dengannya.

“Susahnya kalau sudah dikasih tahu hal positif jarang didengar. Karena memang semua penderita kanker tingkat emosinya berbeda-beda,” ungkap Indira saat berbincang dengan Okezone di Office 18 Tower, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, belum lama ini. Namun demikian, ibu tiga anak itu tidak pernah berhenti memberi semangat dan berbagi tips kepada para penderita kanker yang masih berjuang, agar mendapat kesembuhan dari Tuhan. Banyak usaha yang ia lakukan, salah satunya yaitu belajar coaching.

“Makanya saya belajar coaching. Saya yakin cara ini bikin orang yang tadinya enggak termotivasi jadi nurut dan melakukan saran yang diberikan,” imbuh dia. Sempat, Indira bertemu dengan pasien kanker yang sudah sangat putus asa, bahkan dikabarkan akan bunuh diri. Namun ia yakin, manusia yang kuat bersyukur dan berdoa kepada Tuhan akan diberi jalan kesembuhan dengan mudah. “Saya juga pernah menghadapi orang sakit dan hampir bunuh diri. Tapi selalu saya ingatkan, kanker itu bukan penyakit menakutkan dan banyak-banyak syukur, karena pasti ada jalan untuk sembuh,” kenangnya.(ren)

News Feed