Ia menambahkan, karena kegiatan AKI dilaksanakan pada waktu yang tak wajar, yaitu tengah malam —dan sembunyi-sembunyi— akhirnya menimbulkan kecurigaan masyarakat setempat. “Apalagi, terdengar kabar kalau ajaran AKI tidak mewajibkan jamaahnya untuk salat dan berpuasa sebagaimana syariat Islam yang diajarkan Nabi Muhammad SAW,” papar Imam.
Di sisi lain, seorang mantan pengikut AKI yang enggan namanya dikorankan mengungkap ajaran tersebut sudah lama ada. “Setahu saya, dalam ajaran AKI (pengikutnya) ada tingkatan tersendiri,” tuturnya.
“Yang dikatakannya ibadah di atas tingkatan salat yang artinya boleh saja melaksanakan salat, namun jika sudah masuk ke tingkatan yang telah ditentukan, secara otomatis tidak lagi salat karena tingkatannya lebih tinggi dari salat,” sambung dia. Pengikut AKI, dikatakannya, juga memiliki kewajiban membayar fidyah dan memiliki kitab tersendiri.
Sementara itu, Ketua MUI Mempawah, KH Tusirana Rasyid akan segera mengambil langkah. Ia dan pengurus MUI tengah menghimpun informasi.
“Untuk menentukan menyimpang ataukah tidak, tentu ada komisi fatwa dan lain sebagainya untuk menyatakan hal tersebut menyimpang atau tidak,” terangnya.
Ia menegaskan, jika betul AKI tidak mewajibkan salat, maka ajaran tersebut menyimpang. “Kalau yang diinformasikan benar, mereka (pengikut AKI) perlu dibina agar kembali ke jalan yang benar dan tidak menyebar luas,” pungkas Tusirana.
(ari sandi/mohamad iqbaL/fab/jpg)






