Korut juga tidak akan bernegosiasi dengan AS dan menyerah untuk mengembangkan persenjataan mereka. Kecuali, negeri yang dipimpin Donald Trump itu menghentikan kebijakan-kebijakan anti-Pyongyang. Selama AS masih bersikap keras, Kim Jong-un akan terus mengirimkan ”kado” berupa uji coba persenjataan.
Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson menegaskan, dibutuhkan aksi global untuk menghentikan Korut.
”Negara yang menampung pekerja Korut memberikan keuntungan ekonomi maupun militer ataupun gagal mengimplementasikan resolusi DK PBB sepenuhnya. Maka, negara itu tengah mendanai dan bersekongkol dengan rezim yang berbahaya,” tegasnya.
Sementara itu, dua sekutu Korut, Rusia dan Tiongkok, menolak penyelesaian masalah dengan serangan militer maupun tekanan ekonomi. Dua negara tersebut tetap berharap agar masalah Korut diselesaikan dengan dialog.
”Tugas denuklirisasi seluruh Semenanjung Korea tidak bisa dan tidak seharusnya digunakan sebagai upaya penyamaran untuk mengubah rezim Korut. Itu sikap kami saat ini,” tandas Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.
(Reuters/AFP/BBC/sha/c16/any)






