Sabtu, 8 Agustus 2026

Amerika Serikat Serukan Aksi Global Memusuhi Korut

”Provokasi Korut membuat kami bereaksi lebih dari sekadar sebuah pernyataan,” ujar Presiden Korsel Moon Jae-in.

Korsel dan AS sudah lama bersekutu. Ada 28.500 prajurit AS yang ditempatkan di Korsel. Secara teknis, Korut dan Korsel masih berada dalam kondisi perang sejak 1953.

Dua negara di Semenanjung Korea itu hanya menandatangani perjanjian damai dan melakukan gencatan senjata demi mengakhiri Perang Korea.

Komandan Pasukan Gabungan AS Jenderal Vincent Brooks menegaskan bahwa satu-satunya yang menjadi pemisah antara gencatan senjata dan perang dengan Korut adalah karena mereka menahan diri. Namun, jika ada perintah dari pimpinan mereka, tidak tertutup kemungkinan serangan betulan akan dilakukan.

Korut memang telah membuat berang negara-negara lain lantaran terus-menerus menggelar uji coba misil dan nuklir. Dewan Keamanan (DK) PBB kemarin langsung menggelar rapat dararut untuk membahas tindakan Pyongyang.

Bisa jadi, DK PBB akan menelurkan sanksi-sanksi tambahan. Namun, sebagaimana sanksi-sanksi sebelumnya, Korut mungkin lagi-lagi tak menggubris. Pertemuan G-20 di Hamburg, Jerman, Jumat (7/7) juga bakal membahas tentang Korut.

Alih-alih menahan diri seperti permintaan sekutu-sekutunya, Korut malah menambah panas situasi dengan menyatakan bahwa Hwasong-14 alias KN-14 yang diuji coba pada Selasa pagi (4/5) itu mampu membawa hulu ledak nuklir berukuran besar.

Lewat kantor berita KCNA, Kim Jong-un mengungkapkan bahwa kini kemampuan presenjataan negaranya telah lengkap. Mereka memiliki bom atom, bom hidrogen, serta misil balistik interkontinental (ICBM).

Militer AS mengonfirmasi kebenaran bahwa yang diuji coba Korut itu adalah ICBM. Bukan sekadar misil jarak menengah seperti dugaan awal.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital