Minggu, 5 April 2026

Pemblokiran Medsos dan Matinya Industri Kreatif

Salah satunya seperti yang dikemukakan Sriwahyuni (26), ibu muda asal Buluri – Ulujadi. Unhie demikian ia diakrabi mengandalkan sistem marketing online untuk memasarkan produknya herbalnya.

Selama ini, ungkap jebolan sekolah broadcast Palu, ia cukup terbantu dengan media online. Termasuk aplikasi pesan instan seperti telegram, watshap dan sejenisnya, guna memasarkan produknya.

“Media sosial itu sangat membantu orang seperti saya. Bisa mengontrol bisnis dari rumah bersama anak-anak tanpa meninggalkan rumah dalam waktu lama,” ungkap istri redaktur Harian Mal, Rifai ini.

Ketika mendengar pemerintah menutup aplikasi pesan instan, dirinya berharap, kebijakan itu tidak ikut memberangus media sosial lainnya, seperti facebook atau watshap dan lainnya. Suara senada datang dari Elviani Hasyim (27).

Elviani yang menjajakan sabun kecantikan mengaku sangat terbantu oleh media sosial. Sebagai ibu yang harus menyapih dua anak kecilnya, akan sangat berat jika harus keluyuran menemui konsumennya di seantero Palu bahkan Sulawesi Tengah.

“Sebagai muslimah, saya menyadari meninggalkan rumah, anak dan suami untuk urusan bisnis adalah pilihan yang tidak bijak. Nah sosial media adalah pilihan yang pas untuk pebisnis muda seperti kami kami ini,” katanya.

Selanjutnya, Elfiani mengaku pada awal rezim ini memerintah ia sempat menaruh harapan besar karena menjanjikan kebijakan di sektor industri kreatif. Era internet katanya memang merangsang lahirnya industri kreatif di segala ini.

Harapan ini makin membuncah takkala melihat komposisi menteri yang mengurusi industri kreatif termasuk di dalamnya.

“Tapi makin kesini, industri kreatif makin kehilangan semangat setelah sosial media sebagai salah satu basis industri kreatif akan diblokir,” katanya menyesalkan.

Suara kesal juga datang dari pebisnis online lainnya, Ulfiah Mokodompit. Baginya kebijakan menutup media sosial adalah kemunduran di era digital dimana sosial media mestinya didorong untuk mendapat tempat dan menjadi ajang unjuk kreasi anak bangsa.