Minggu, 5 April 2026

Pemblokiran Medsos dan Matinya Industri Kreatif

Pendapat Ulfiani diamini, koleganya yang lain Henny. Tak bisa dimungkiri saat ini sosial media ungkap perempuan lajang ini, menjadi salah satu sarana untuk melakukan promosi.

Jika benar pemerintah akan menutup sosial media, maka akan banyak pelaku usaha yang kehilangan peluang sekaligus kehilangan kesempatan memperbaiki hidupnya.
Pasalnya, orang-orang seperti dirinya tidak bisa melakukan promosi usaha. “Kami menggunakan sosial media, lebih untuk melakukan promosi produk, entah hasil olahan sendiri ataupun produk milik korporasi besar. Bagi saya ini kemunduran,” ungkap Henny penjual kue paranggi ini.

Jika tak ada sosial media, sambung perempuan berjilbab itu, otomatis omzet penjualan akan menurun drastis. Promosi yang dilakukan melaluli jejaring pertemanan online lebih efektif, karena menjangkau lebih luas ketimbang melakukan promosi offline.

“Rezim ini akan dicatat sebagai rezim yang mematikan industri kreatif,” kesalnya.

Perspektif yang agak beda dikemukakan Dian Adisty Nursyamsu. Mengelola penjualan kuliner online melalui akun Kue Bosa V di Facebook, Adys mengaku telah mempersiapkan sejumlah langkah jika media online akan diblock total oleh pemerintah.

“Insya Allah saya dan keluarga tidak mempermasalahkan seandainya pemerintah menutup semua aplikasi media sosial. Kami yakin rejeki berjalan di atas jalurnya pada setiap mereka yang berusaha. Insya Allah tidak ada rejeki yang tertukar. Saya lillahi taala saja,” katanya bijak.

Walau demikian bukan berarti Adys dan suaminya tidak menyiapkan alternatif lain. Melalui aplikasi i-food Palu, bisninya dijamin akan tetap eksis di jagat virtual.
Selama ini ungkap perempuan berjilbab ini dengan bisnisnya rejeki tetap datang dari arah yang tidak disangka-sangka. “Saya yakin ini bukan masalah medsos tapi soal bagaimana pertolongan Allah datang pada setiap kita yang selalu berusaha,” katanya menambahkan.

Hari ini Senin 17 Juli 2017, adalah batas akhir pemerintah memblokir akses aplikasi yang hadir di jagat virtual tanah air sejak 2013 silam. Tak hanya sampai di situ.