Sabtu, 8 Agustus 2026

Pemblokiran Medsos dan Matinya Industri Kreatif

Salah satunya seperti yang dikemukakan Sriwahyuni (26), ibu muda asal Buluri – Ulujadi. Unhie demikian ia diakrabi mengandalkan sistem marketing online untuk memasarkan produknya herbalnya.

Selama ini, ungkap jebolan sekolah broadcast Palu, ia cukup terbantu dengan media online. Termasuk aplikasi pesan instan seperti telegram, watshap dan sejenisnya, guna memasarkan produknya.

“Media sosial itu sangat membantu orang seperti saya. Bisa mengontrol bisnis dari rumah bersama anak-anak tanpa meninggalkan rumah dalam waktu lama,” ungkap istri redaktur Harian Mal, Rifai ini.

Ketika mendengar pemerintah menutup aplikasi pesan instan, dirinya berharap, kebijakan itu tidak ikut memberangus media sosial lainnya, seperti facebook atau watshap dan lainnya. Suara senada datang dari Elviani Hasyim (27).

Elviani yang menjajakan sabun kecantikan mengaku sangat terbantu oleh media sosial. Sebagai ibu yang harus menyapih dua anak kecilnya, akan sangat berat jika harus keluyuran menemui konsumennya di seantero Palu bahkan Sulawesi Tengah.

“Sebagai muslimah, saya menyadari meninggalkan rumah, anak dan suami untuk urusan bisnis adalah pilihan yang tidak bijak. Nah sosial media adalah pilihan yang pas untuk pebisnis muda seperti kami kami ini,” katanya.

Selanjutnya, Elfiani mengaku pada awal rezim ini memerintah ia sempat menaruh harapan besar karena menjanjikan kebijakan di sektor industri kreatif. Era internet katanya memang merangsang lahirnya industri kreatif di segala ini.

Harapan ini makin membuncah takkala melihat komposisi menteri yang mengurusi industri kreatif termasuk di dalamnya.

“Tapi makin kesini, industri kreatif makin kehilangan semangat setelah sosial media sebagai salah satu basis industri kreatif akan diblokir,” katanya menyesalkan.

Suara kesal juga datang dari pebisnis online lainnya, Ulfiah Mokodompit. Baginya kebijakan menutup media sosial adalah kemunduran di era digital dimana sosial media mestinya didorong untuk mendapat tempat dan menjadi ajang unjuk kreasi anak bangsa.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital