Jumat, 18 September 2026

Ardiansyah, Pemulung Kecil Mengais Masa Depannya di Tumpukan Sampah

Menandai HAN 2017, Palu Ekspres menurunkan tulisan sosok Ardiansyah, seorang pemulung anak. Ia gesit berkubang dalam lautan sampah demi mengamankan investasi masa depannya di dua tempat berbeda. Rumah dan sampah.

****

KEMARIN, perhatian sontak tertuju pada nasib masa depan anak Indonesia. tiba-tiba para petinggi memperlihatkan kepeduliannya. Presiden RI Joko Widodo dengan bersarung, muncul dari pintu pesawat kepresidenan. Kedatangannya kali ini untuk memeringati HAN 2017 yang dipusatkan di Riau – Pekanbaru.

Namun seperti yang sudah-sudah, setelah HAN berlalu, komitmen itu melemah. Lalu kemudian muncul lagi pada peringatan HAN tahun berikutnya. Begitu seterusnya dari tahun ke tahun.

Bagi Ardiansyah (6) puncak HAN 2017, tidak memberi kontribusi apa-apa. Ada tidaknya HAN atau ada tidaknya petinggi yang membahas nasibnya di acara itu, ia tetap seorang bocah yang bertekad sekolah tahun depan. Untuk mencapai itu ia harus memulung. Ia Mengais sampah basah, berharap ada sesuatu yang berharga dari sana.

Baginya sepotong besi tua dan material plastik bekas air mineral adalah harta berharga yang bisa menjamin masa depannya. Putra sulung pasangan Parni dan Suryatin, ini terlihat cekatan. Berlompatan di atas tumpukan sampah.

Seketika ia berlari jika ada sampah ”baru” yang dibuang warga di TPS Gunung Bosa. Tak sampai semenit mengulik tas keresek warna merah dengan sepotong besi sepanjang 30 cm sebagai pengait, Ardi – sapaannya kembali duduk.

Ia lesu. Barang yang dicari tak kunjung dapat selain limbah sayuran yang mulai membusuk. Sesaat kemudian, truk pengangkut dari Dinas Kebersihan muncul mengangkuti sampah menuju TPA Kawatuna.

Setelah sampah dikeruk habis ke TPA, bagi Ardi dan ayahnya bukan berarti harus pulang ke rumahnya di Kelurahan Ujuna. Selanjutnya menyusuri bak sampah di sepanjang jalan. Pilihan kali ini adalah menyusuri Kalan Kartini. Saat beranjak meninggalkan TPS Gunung Bosa, Ardi dengan gesit melompat ke atas gerobak ayahnya.
“Kalau perjalanan jauh dia naik gerobak, tidak kuat jalan,” cetus Parni Kamis 20 Juli lalu.

Sampah di kawasan perkantoran ungkap Parni termasuk favorit. Biasanya, banyak limbah plastik, gelas mineral, potongan besi dari peralatan kantor yang tak terpakai.
Ini berbeda jika harus mengais sampah di kompleks perumahan. Keduanya kerap menemukan popok bayi dan pembalut wanita. Atau limbah dapur lainya. Menjelang sore ayah dan anak ini kembali ke rumah.

Malamnya istirahat dan kembali lagi menyusuri jalan pada keesokan harinya. Demikian seterusnya selama 5 hari seminggu. Pada akhir pekan, Sabtu – keduanya menyasar TPA Kawatuna. Untuk menuju ke TPA yang berjarak 20an kilometer itu, harus menggunakan kendaraan roda dua.
Beruntung ungkap Parni, ia banyak dibantu temannya yang punya motor. Gerobak diikatkan di motor lalu keduanya nangkring di atas gerobak, dan baru kembali menjelang senja. Parni mengaku beruntung, punya emannya yang berbaik hati.

Walau sesama pemulung temannya ini hanya mengumpul sampah di TPA lalu dijual kepada rekannya yang lain.

***
Berapa sebenarnya penghasilan yang diperoleh Parni dan anaknya?. Jika diakumulasi per bulan pendapatan dua tulang punggung keluarga ini-jauh mengalahkan gaji PNS baru apa lagi gaji honorer. Parni enggan merinci pendapatannya per hari.

Namun dari tabungannya selama keduanya memulung, bulan depan ia akan mengambil motor baru untuk menunjang mobilitasnya. Tidak kredit tapi Cash.

Sisanya, akan ditabung untuk masa depan dua anaknya. Sebagai gambaran, Parni menyebut teman ”seprofesinya”, punya arisan. Durasinya berbeda. Mulai arisan bulanan, mingguan dan tiga harian.

Untuk bulanan katanya ada yang Rp 1 juta per bulan. Mingguan Rp500 ribuan. Dan tigaharian sebesar Rp100 ribu. Parni hanya mengambil arisan yang Rp 1 jutaan per bulan. ”Belum sanggup ngambil yang mingguan,” katanya terkekeh.

***
Parni mengaku, sebelum memulung, sudah beberapa kali ganti profesi. Mulai dari pekerja tambang tradisional, buruh angkut di Pelabuhan Pantoloan, jualan siomai hingga yang terakhir ini. Menjadi penambang tradisional untungnya besar dan cepat.

Namun ia memilih meninggalkan profesi yang sempat dijalankan selama enam bulan tersebut. Risikonya besar. Tanah longsor dan ancaman terpapar limbah racun memaksa dirinya harus cepat angkat kaki dari tambang tradisional Poboya tersebut.

Jauh sebelum itu – sebelum menikah, ia pernah menjadi buruh angkut barang di Pelabuhan Pantoloan. Saat kunjungan kapal Pelni masih konsisten, pendapatannya dari hasil memikul barang cukup untuk meng-cover kebutuhannya sebagai lajang perantau.

Namun seiring anjloknya penumpang Pelni, ia pun meninggalkan profesi ini dan menjadi penjual siomai. Seiring berjalannya waktu, takdir membawanya menjalani pekerjaannya sekarang memilah sampah. Soal anak Ardi dan adiknya, Parni mengaku akan menyekolahkannya semampu-mampunya. ”Iya tahun depan sudah masuk sekolah,” katanya di TPA Kawatuna – pekan lalu.

Soal peringatan HAN yang diperingati pada Minggu (kemarin), Parni mengaku tidak tahu menahu. Padahal di momen HAN para petinggi negeri membicarakan nasib anak Indonesia – termasuk fenomena seperti Ardi anaknya, yang harus bekerja menjadi tulang punggung keluarga. Tema khusus HAN 2017 adalah ”Saya Anak Indonesia, Saya Gembira”.

Ardi yang oleh bapaknya menjadi partner menafkahi keluarga, memang terlihat gembira. Namun kegembiraan itu bukan lantaran sedang mengikuti selebrasi peringatan HAN 2017.

Senyumnya merekah jika tiba-tiba mendapatkan sepotong besi tua atau tumpukan plastik bekas minuman mineral. Di dua benda ini, Ardi melihat bayangan kesuksesan masa depannya yang bakal dijalaninya tahun depan – dimana ia sebagai anak Indonesia lainnya bakal menjalani hari-hari belajar di sekolah. Meraih mimpi menggapai cita-cita.

Tahun ini pemerintah mengambil tema HAN 2017 Perlindungan Anak Mulai dari Keluarga. Tema ini sejalan dengan kondisi dimana anak-anak tak hanya diekspolitasi sebagai sumber-sumber produksi. Ia juga menjadi korban perundungan (bully).

Pada beberapa kasus pelakunya malah anak-anak itu sendiri. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengatakan tema HAN 2017 relevan dengan kondisi terkini di Tanah Air.
Kasus kekerasan, baik yang menjadikan anak sebagai korban maupun sebagai pelaku perlu dikaji secara mendalam dan dicari solusi terbaiknya.

Keluarga mempunyai peran untuk melindungi anak dengan memberikan pola asuh yang sesuai dengan prinsip yang digunakan dalam pembangunan Anak Indonesia. Melalui Hari Anak Nasional diharapkan semua pihak terutama keluarga, dapat mendukung dan berperan aktif dalam memenuhi hak anak dan memberikan perlindungan khusus bagi semua anak Indonesia.

(kia/jpnn)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam