oleh

Arief Yahya-Pasha Hebohkan Launching TdCC 2017

PALU EKSPRES, JAKARTA  – Bunyi sirine terdengar di Balairung Soesilo Sudarman, gedung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tanda start event olahraga berbalut pariwisata Tour de Central Celebes (TdCC) 2017 di-launching.

Di acara ini, pengunjung terpukau dengan kebolehan tarik suara Menteri Pariwisata Arief Yahya berduet dengan Sigit Purnomo atau yang dikenal Pasha vokalis band Ungu.

“Tour de Central Celebes ini merupakan sport event yang pertama di Sulteng. Launching kali ini acaranya bagus banget, story telling keren, TVC-nya bagus, koreografi bagus. Dikemas sangat serius, memang Sulteng jika bikin acara selalu niat dan sungguh-sungguh,” ucap Menteri Pariwisata Arief Yahya yang me-launching TDCC 2017 bersama Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki L. Djanggola di Balairung Soesilo Sudarman, Jakarta, Selasa (25/7).

Menpar Arief Yahya menyebut, TDCC merupakan Sport Event yang ke-6 setelah Tour de Singkarak, Tour de Ijen, Tour de Flores, Tour de Linggarjati dan Tour de Molvccas.

“Saya harap event seperti ini walaupun yang pertama tetap harus bagus. Karena di Sulteng setiap event-nya selalu bagus. Tidak hanya sekedar bicara, saya nilai saat GMT. Festival Pulau Tomini semuanya bagus sekali,” ucapnya.

Menpar menambahkan, event TdCC ini akan sangat penting untuk mempromosikan destinasi pariwisata yang ada di Sulteng ke seluruh penjuru dunia. Terlebih 5 Kabupaten dan 1 kota yang dilintasi memiliki destinasi wisata kelas dunia baik bentang alam dan bawah lautnya.

“Sport Tourism itu media value-nya sangat tinggi. Lebih tinggi daripada direct impact sekitar 10% berbanding 90% untuk media value. Jadi kalau mau menjual acara media value-nya harus sangat tinggi. Di Poso terkenal dengan patung megalitikumnya, Pulau Togean yang terkenal dengan bawah lautnya, semuanya bisa dipromosikan secara bersama,” katanya.

Gubernur Sulteng, Longki Djanggola mengatakan melalui TdCC 2017, Sulteng ingin memperlihatkan kondisi keamanannya yang kondusif serta aman dan nyaman dikunjungi wisman dan wisnus.

“Sebagaimana diketahui saat ini Sulteng memiliki image sebagai daerah konflik khususnya di Kabupaten Poso. Oleh karena itu, Pemda Prov Sulteng terus berupaya untuk memulihkan image negatif tersebut, dan berupaya membuktikan bahwa Sulteng adalah daerah yang aman, bersahabat dan menarik untuk dikunjungi wisatawan,” kata Gubernur Sulteng.

Orang nomor satu di Sulteng itu juga menambahkan, potensi pariwisata Sulteng memiliki daya tarik budaya (culture), alam (nature), dan buatan manusia (manmade) berusaha ditingkatkan agar memiliki keunggulan dan daya saing terutama dalam unsur 3 A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) yang dampaknya akan meningkatkan kunjungan wisatawan.

News Feed