Olehnya, ia mendorong para mahasiswa untuk dapat menguasai teknologi, yang nantinya akan mendorong pada lahirnya inovasi baru. Contohnya, kata Hasanuddin, Kepulauan Hawaii di Amerika Serikat, saat ini dikenal sebagai penghasil induk dengan kualitas nomor satu.
“Padahal, jika dibandingkan kondisi iklimnya, Indonesia jauh lebih baik dibandingkan Hawaii. Semua itu bisa dilakukan, karena mereka menguasai teknologi. Kalau mereka bisa, mestinya kita juga bisa melakukan hal itu,” lanjutnya.
Turut menjadi pemateri dalam dialog tersebut, Dirjen Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Dr. Slamet Soebajkto, Deputi IV Kemenko Maritim Dr. Safri Burhanuddin, dan Direktur Pengawasan Ditjen Pengawasan SDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ir Eko Rudianto. M.Bush. Dialog ini dihadiri segenap civitas akademika Fapetkan Untad.
(abr/Palu Ekspres)






