Pemkot Tak Berwenang Bangun Pasar Masomba

  • Whatsapp

PALU EKSPRES, PALU – Walikota Palu Hidayat menyatakan Pemkot tak memiliki kewenangan untuk membangun kembali infrastruktur pasar masomba yang hangus terbakar Selasa malam 8 Agustus 2017. Itu lantaran 90 persen bangunan sudah dikuasai masyarakat.

“Kewenangan Pemkot di pasar masomba hanya sekita 10persen. Itupun yang dipinggir-pinggir saja,”kata Hidayat, Rabu (9/8). Berbeda dengan pasar inpres manonda. Hidayat menyebut bangunan dipasar manonda merupakan milik Pemkot Palu. Namun begitu, melalui dinas pekerjaan umum (PU), Pemkot jelasnya akan merancang master plan pemanfaatan lahan dan tata letak bangunan.

Bacaan Lainnya

Master plan itu menjadi acuan bagi pedagang yang ingin kembali membangun di lokasi eks kebakaran. Master plan ini terangnya sekaligus merinci akses jalan bagi mobil pemadam di sekitar pasar. Karena hambatan selama ini mobil pemadam tak bisa menembus karena akses jalannya sempit ketika terjadi kebakaran.

“Kedepan kami tak mengizinkan pembangunan jika tidak sesuai dalam master plan itu,”tegasnya. Pihaknya lanjut Hidayat saat ini telah memerintahkan dinas lingkungan hidup dan kebersihan untuk membersihkan material sisa bangunan yang terbakar. Menurutnya, setelah master plan selesai dirancang, maka selanjutnya dinas perindustrian dan perdagangan akan mendata seluruh pedagang yang menempati badan jalan.

Ini untuk menyesuaikan jumlah pedagang dengan kapasitas bangunan dalam master plan itu. “Kalau ternyata nanti masih saja ada pedagang yang tak mau mengikuti arahan pemerintah, ya, kita pindahkan kepasar lain. Banyak pasar kita yang nganggur,”sebutnya. Kedepan

Hidayat juga akan meminta PT PLN agar rutin melakukan pemeriksaan rutin instalasi kelistrikan pemukiman maupun pasar. Karena salahsatu penyebab umum terjadinya kebakaran dipicu arus pendek.

“Ini semua akan kita dorong kesana. Utamanya PLN harus bisa rutin mengecek instalasi. Minimal sebulan sekali,”pungkasnya. Selasa malam, kompleks pasar masomba mengalami kebakaran hebat. Kebakaran diduga terjadi lantaran arus pendek dari sebuah Los milik pedagang di dalam pasar. Api mulai terlihat sekitar pukul 18.50 wita atau usai shalat magrib. Api baru berhasil dipadamkan dua jam kemudian lantaran mobil pemadam kebakaran datang terlambat.

(mdi/Palu Ekspres)

Pos terkait