Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Khawatir Heat Stroke, Mulai 27 Agustus Katering Haji Dihentikan

Meski demikian, lanjut Munif dalam pesannya, pihak PPIH memastikan bahwa jemaah haji Indonesia akan mendapatkan layanan katering selama fase Armina, yakni berupa 15 kali makan dan 1 kali snack.

Pada 8 Dzulhijjah, jemaah diberikan makan malam ditambah 3 botol minum ukuran 330 ml. Pada 9-12 Dzulhijjah, jemaah mendapatkan 3 kali makan ditambah 3 botol minum ukuran 330 ml. Lalu pada 13 Dzulhijjah, jemaah hanya mendapatkan 2 kali makan saja, pada pagi dan siang hari.

Selain itu, jemaah juga akan mendapatkan paket snack berat untuk di Muzdalifah. Paket itu berisi roti manis, kurma sukari 1 kotak, jus buah, mie instan cup, air mineral 3 botol ukuran 330 ml, buah-buahan, kopi 4 sachet, teh 6 sachet, kremer 19 sachet, gula pasir 30 sachet, gelas melamine atau kaca, kecap botol ukuran 140 ml, dan saos botol ukuran 140 ml.

Layanan katering lainnya di Makkah berupa makan selamat datang dan makan selamat jalan. Makan selamat datang diberikan kepada jemaah haji gelombang I yang datang dari Madinah. Sedang makan selamat jalan diberikan kepada jemaah haji gelombang II saat akan berangkat menuju Madinah.

Munif juga menyebutkan, pada saat penghentian sementara katering tersebut, para jamaah akan mengusahakan sendiri terkait dengan kebutuhan makanannya. Untuk membantu para jamaah asal Indonesia, para mukimin (warga yang bermukim di Makkah-red) menawarkan aneka masakan Indonesia kepada jamaah, dengan harga 3 SAR per porsi.