Minggu, 9 Agustus 2026

Pengecer Elpiji Bisa Dijerat UU Konsumen

PALU EKSPRES, PALU – Salahsatu penyebab seringnya kelangkaan tabung elpiji 3kg di Kota Palu terjadi lantaran banyaknya pengecer. Para pengecer dengan beragam strategi mampu mendapat stok tabung ditingkat pangkalan lalu menjualnya diatas ketentuan harga eceran tertinggi.

Sayangnya, pihak pertamina mengaku sulit mengawasi pergerakan pengecer. Apalagi, pengawasan distribusi pertamina memang hanya sampai ditingkat pangkalan. Sales Eksekutif Elpiji Pertamina Sulteng, Bastian Wibowo menjelaskan, berdasarkan pengawasan ditingkat pangkalan, pihaknya tidak pernah menemukan indikasi penjualan elpiji 3kg ke pengecer.

Yang ada hanya penjualan ke rumah tangga dan pelaku UKM. “Data penjualan yang kami cek ke pangkalan sudah betul hanya ke rumah tangga atau pelaku UKM. ?Namun yang sulit dideteksi ketika ada pengecer yang memanfaatkan orang untuk membeli di pangkalan,”jelas Bastian.

Sementara untuk penindakan, pertamina menurutny tak punya wewenang ke pengecer. Harusnya kata dia hal itu dilakukan penegak hukum bersama pemda.

Menurutnya, penegak hukum bisa menjerat pengecer dengan undang-undang perlindungan konsumen. Karena pengecer yang menjual elpiji subsidi pada prinsipnya sudah merugikan konsumen dalam hal ini warga miskin.

“Pemerintah sebenarnya juga bisa menindaki pengecer nakal karena tidak punya izin penjualan,”urainya. Untuk itu Bastian berharap persoalan elpiji juga bisa menjadi perhatian pemerintah dan penegak hukum. Khususnya pada permasalahan ditingkat pengecer.
“Sebenarnya masyarakat bisa saja menjadi pengecer, asal tidak menjualnya diatas HET. Saya kira disini benang merahnya,”urai Bastian. Bastian mengaku, distribusi elpiji di Kota Palu secara umum tidak mempunyai kendala berarti, selain kelambatan yang disebabkan rusaknya infrastruktur jalan.

Setiap hari pertamina mendistribusikan elpiji sebanyak 11ribu tabung ke Kota Palu. Tabung itu didistribusi ke 7 agen. Selanjutnya dari agen tabung itu didistribusi ke 971 pangkalan yang tersebar di Kota Palu. Dia menambahkan, pekan depan pertamina akan menggelar operasi pasar tabung elpiji 3kg. Dalam operasi pasar ini, pihaknya akan mendistribusi 100 tabung ke 46 kelurahan. “Kami akan uji coba, dalam operasi pasar ini kami hanya melayani masyarakat pemegang kartu miskin data TNP2K,”pungkasnya.

(mdi/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital