Rabu, 12 Agustus 2026

ESG Jadi Fondasi IMIP Jaga Daya Saing Hilirisasi di Rantai Pasok Global

ESG Jadi Fondasi IMIP Jaga Daya Saing Hilirisasi di Rantai Pasok Global
Aktivitas di kawasan IMIP. Foto: Departemen Media IMIP

Morowali, PaluEkspres.com – Bagi PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), pengelola kawasan industri terintegrasi berbasis nikel, ESG (Environmental, Social, and Governance) bukan sekadar jargon melainkan strategi bisnis. Di atas lahan sekitar 4.000 hektare di Morowali, Sulawesi Tengah, IMIP mengoperasikan klaster industri stainless steel, carbon steel, dan baterai kendaraan listrik yang saling terhubung, sehingga limbah satu lini produksi dapat menjadi bahan baku lini lain, sementara efisiensi energi dan pemantauan lingkungan dapat dilakukan secara terpusat.

“Sejak tahun 2024, IMIP telah mengaplikasikan kerangka kerja ESG sebagai komitmen nyata perusahaan dalam penerapan standar tata kelola yang transparan, bertanggung jawab, dan aman,” ujar Yulius Susanto, Deputi Direktur Operasional PT IMIP. Menurutnya, ESG bukan hanya soal kepatuhan, tetapi arah strategis bagi seluruh departemen dan tenant dalam membangun kepercayaan publik.

Komitmen tersebut ditopang oleh struktur tata kelola yang jelas, ESG Committee, ESG Office, dan ESG Team di masing-masing tenant, dengan pembagian peran yang memastikan tidak ada celah tanggung jawab. Seluruh implementasi berjalan melalui ESG Management System berbasis siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA), selaras dengan roadmap ESG perusahaan hingga 2030.

Di sisi energi, IMIP mendorong transisi ke sumber yang lebih bersih secara terukur. Hingga akhir 2025, kawasan ini telah mengoperasikan 502 unit kendaraan listrik, termasuk dump truck dan berbagai alat berat, dan pada Mei 2026 kawasan menambah 207 unit bus listrik sebagai moda transportasi karyawan. Proyek energi terbarukan turut berjalan, antara lain pembangunan PLTS berkapasitas 200 MWp yang ditargetkan beroperasi pada 2027, serta pemanfaatan waste heat power generation, tenaga air, dan biomassa.

Dekarbonisasi juga diterapkan lewat sisi pasokan bahan baku. Head of Environment Department PT IMIP, Yundi Sobur, menjelaskan bahwa IMIP menetapkan kualifikasi pengadaan baja daur ulang (scrap steel) untuk menekan emisi karbon. “Upaya ini meliputi pemanfaatan battery energy storage system, belt conveyor, slurry pipeline, serta pengembangan sumber energi ramah lingkungan,” jelasnya, memaparkan pendekatan yang memadukan inovasi teknologi, efisiensi energi, transportasi rendah karbon, dan ekonomi sirkular.

Prinsip ekonomi sirkular turut diterapkan dalam pengelolaan limbah dan air. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) beroperasi di tingkat kawasan maupun tenant, didukung Sistem Pemantauan Air Limbah Secara Terus-Menerus (SPARING) yang terintegrasi dengan platform Kementerian Lingkungan Hidup, sehingga kualitas air dapat dipantau secara transparan dan real-time. Pada periode Januari-Mei 2026, IMIP mencatat pemanfaatan limbah organik dan anorganik sebesar 30,8 ton, atau 5,6% dari total 549 ton timbulan limbah, dengan komposisi 74,68% organik, 10,26% anorganik, dan 15,06% residu.

Aspek sosial turut menjadi perhatian melalui berbagai program kemasyarakatan, mulai dari layanan kesehatan gratis dan donor darah hingga empat kali setahun, baik di dalam maupun luar kawasan, hingga edukasi pencegahan kebakaran dan keamanan instalasi kelistrikan rumah tangga yang telah menjangkau puluhan desa dan ribuan warga. “Kami memberikan fasilitas APAR gratis di kantor-kantor desa, layanan mobil Damkar dan ambulans untuk respons cepat jika terjadi bencana,” kata Johny Semuel, Head of Department OHS PT IMIP.

Komitmen ESG ini semakin relevan seiring pemberlakuan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) oleh Uni Eropa sejak Januari 2026, yang memperketat uji tuntas lingkungan dan hak asasi manusia bagi industri yang ingin menembus pasar ekspor utama. Untuk menjawab tantangan tersebut, IMIP menyusun laporan ESG secara komprehensif mengacu pada standar internasional seperti GRI, ISSB, Responsible Minerals Initiative (RMI), OECD Due Diligence Guidance, ISO 14064, ISO 14067, ISO 50001, serta prinsip PBB dan ILO, sekaligus mengembangkan Responsible Supply Chain Due Diligence System yang mencakup seluruh rantai nilai.

Transformasi menuju ekonomi rendah karbon disadari bukan tanpa biaya, karena memerlukan investasi sumber daya dan penyesuaian operasional. Karena itu, roadmap ESG IMIP diarahkan pada penguatan fondasi program CSR, riset dan pemetaan sosial yang komprehensif, penyelarasan dengan arah pembangunan daerah, serta penguatan kapasitas sosial dan ekosistem lokal. “Pada tahun 2030, kami menargetkan masyarakat yang tangguh, berdaya saing di tengah ekosistem sosial dan lingkungan yang lestari,” ujar Yulius.

Sebagai bagian penting dari rantai pasok global industri baterai kendaraan listrik, IMIP terus memperkuat pengelolaan data ESG melalui sistem ketertelusuran (traceability) yang sejalan dengan standar global. Lebih dari sekadar cerminan hilirisasi nasional, IMIP menjadi ujian nyata sejauh mana industri besar Indonesia mampu menjawab tantangan yang kian kompleks, tetap kompetitif, dan diterima dalam rantai pasok global. (red)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization