Rabu, 12 Agustus 2026

Tenaga Kerja di IMIP Capai 97 Ribu Orang pada Juli 2026, Pacu Ekonomi Sulteng

Peningkatan jumlah tenaga kerja di kawasan IMIP berkontribusi besar menumbuhkan lapangan kerja formal di Sulteng. Foto: Departemen Media Relation IMIP

Morowali, PaluEkspres.com – Pertumbuhan tenaga kerja di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah, menunjukkan peningkatan signifikan. Pada tahun 2023, karyawan di kawasan IMIP berjumlah 74.350 orang, meningkat menjadi 83.000 orang di tahun 2024, dan bertambah lagi menjadi 89.849 orang pada akhir Januari 2026. Pertumbuhan tenaga kerja tersebut berjalan seiring dengan ekspansi investasi, peningkatan kapasitas produksi, dan masuknya proyek-proyek industri baru.

Data terbaru Departemen HR PT IMIP per Juli 2026 mencatat, jumlah tenaga kerja aktif di IMIP mencapai 97.427 orang, terdiri atas 89.335 karyawan laki-laki dan 8.092 karyawan perempuan. Jumlah itu belum termasuk sekitar 20.000 tenaga kerja alih daya yang bekerja di berbagai perusahaan kontraktor dan jasa pendukung operasional kawasan. Angka ini meningkat tajam dibandingkan lima tahun sebelumnya yang masih berada pada kisaran 35.592 orang pada tahun 2020.

“Pertumbuhan industri di Morowali, khususnya di IMIP, menorehkan perkembangan ketenagakerjaan secara signifikan di Sulteng. Dari Juni 2025 ke Juli 2026, serapan tenaga kerja naik 13,53 persen,” ujar Dr Emilia Bassar, Direktur Komunikasi PT IMIP, melalui pernyataan resminya, Sabtu (18/07/2026).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah angkatan kerja formal di Sulteng meningkat konsisten dalam tiga tahun terakhir, dari 477,2 ribu orang pada Agustus 2023 menjadi 500,1 ribu (2024), lalu meningkat kembali menjadi 525,8 ribu orang (Agustus 2025). Tren ini memperlihatkan kontribusi sektor formal kian besar terhadap struktur ketenagakerjaan di provinsi tersebut.

Kawasan IMIP terus memperkuat peran sebagai salah satu penggerak utama transformasi ketenagakerjaan di Sulawesi Tengah. Tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan industri pengolahan nasional, IMIP pun berkembang sebagai ekosistem pencipta lapangan kerja yang mendorong peningkatan ekonomi masyarakat lokal Sulteng. Emilia mengatakan, keberadaan industri pengolahan menjadi faktor penting dalam pergeseran pola ketenagakerjaan di Sulteng, yang dahulu lebih banyak ditopang sektor pertanian dan perikanan.

Emilia menambahkan, kontribusi tenaga kerja IMIP terhadap total penduduk bekerja dengan status buruh atau karyawan di Sulteng diketahui berkisar 1,23 persen pada 2023, lalu meningkat jadi 1,74 persen (2024), dan 1,3 persen (2025). Dokumen BPS Indikator Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Tengah 2025 juga menyebutkan, angka ini menempatkan kawasan IMIP sebagai salah satu kontributor utama pertumbuhan lapangan kerja formal di Sulteng.

Pengembangan SDM Industri

Geliat sektor industri pengolahan yang berkembang di kawasan IMIP pun tercatat sebagai lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi di Sulawesi Tengah, yakni 15,09 persen pada triwulan I 2026. Pada periode sama, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulteng atas dasar harga berlaku mencapai Rp110,27 triliun, sementara PDRB per kapita Kabupaten Morowali menembus Rp1,3 miliar pada 2024.

Sejalan dengan itu, pertumbuhan IMIP turut memekarkan aktivitas ekonomi masyarakat di lingkar kawasan industri. Penelitian dari tim Survey and Research Departemen Secretariat and General Affair (SGA) PT IMIP menunjukkan jumlah UMKM di Kecamatan Bahodopi meningkat dari 4.697 unit usaha pada 2021 menjadi 7.643 unit pada Maret 2025. Sekalipun jumlah unit usaha agak menurun menjadi 7.190 unit pada April 2026, jumlah tenaga kerja yang terserap justru meningkat menjadi 17.080 orang.

Dinamika ini mencerminkan keberadaan industri pengolahan bukan hanya membuka peluang kerja dalam kawasan IMIP. Sebaliknya, unit usaha yang bertahan justru tumbuh dan banyak menyerap SDM untuk bekerja.

PT IMIP juga merespons pembangunan industri dan pengembangan SDM sebagai dua hal yang saling berkaitan.

“Penguatan kualitas SDM menjadi fokus utama perusahaan demi menjaga keberlanjutan pertumbuhan industri. Ini diwujudkan melalui berbagai program pelatihan, sertifikasi kompetensi, magang industri, hingga kerja sama dengan lembaga pendidikan vokasi dan perguruan tinggi,” kata Emilia.

Untuk memperkuat keterhubungan dunia pendidikan dan kebutuhan industri, saat ini IMIP menjalin kemitraan dengan sejumlah universitas, yaitu Politeknik Industri Logam Morowali (PILM), Akademi Teknik Industri Makassar (ATI Makassar), Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin bidang metalurgi, serta Program D4 Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik dan Teknologi Rekayasa Instalasi Mesin Universitas Tadulako. Kerja sama ini mencakup pemberian beasiswa, kesempatan magang, hingga pelaksanaan program Praktisi Mengajar yang mempertemukan mahasiswa dengan para profesional industri secara langsung. Melalui langkah ini, IMIP berkomitmen menghadirkan manfaat sosial ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi Tengah dan Indonesia secara lebih luas. (bid/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization