Rabu, 2 September 2026

Tenaga Kerja di IMIP Capai 97 Ribu Orang pada Juli 2026, Pacu Ekonomi Sulteng

Peningkatan jumlah tenaga kerja di kawasan IMIP berkontribusi besar menumbuhkan lapangan kerja formal di Sulteng. Foto: Departemen Media Relation IMIP

Morowali, PaluEkspres.com – Pertumbuhan tenaga kerja di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah, menunjukkan peningkatan signifikan. Pada tahun 2023, karyawan di kawasan IMIP berjumlah 74.350 orang, meningkat menjadi 83.000 orang di tahun 2024, dan bertambah lagi menjadi 89.849 orang pada akhir Januari 2026. Pertumbuhan tenaga kerja tersebut berjalan seiring dengan ekspansi investasi, peningkatan kapasitas produksi, dan masuknya proyek-proyek industri baru.

Data terbaru Departemen HR PT IMIP per Juli 2026 mencatat, jumlah tenaga kerja aktif di IMIP mencapai 97.427 orang, terdiri atas 89.335 karyawan laki-laki dan 8.092 karyawan perempuan. Jumlah itu belum termasuk sekitar 20.000 tenaga kerja alih daya yang bekerja di berbagai perusahaan kontraktor dan jasa pendukung operasional kawasan. Angka ini meningkat tajam dibandingkan lima tahun sebelumnya yang masih berada pada kisaran 35.592 orang pada tahun 2020.

“Pertumbuhan industri di Morowali, khususnya di IMIP, menorehkan perkembangan ketenagakerjaan secara signifikan di Sulteng. Dari Juni 2025 ke Juli 2026, serapan tenaga kerja naik 13,53 persen,” ujar Dr Emilia Bassar, Direktur Komunikasi PT IMIP, melalui pernyataan resminya, Sabtu (18/07/2026).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah angkatan kerja formal di Sulteng meningkat konsisten dalam tiga tahun terakhir, dari 477,2 ribu orang pada Agustus 2023 menjadi 500,1 ribu (2024), lalu meningkat kembali menjadi 525,8 ribu orang (Agustus 2025). Tren ini memperlihatkan kontribusi sektor formal kian besar terhadap struktur ketenagakerjaan di provinsi tersebut.

Kawasan IMIP terus memperkuat peran sebagai salah satu penggerak utama transformasi ketenagakerjaan di Sulawesi Tengah. Tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan industri pengolahan nasional, IMIP pun berkembang sebagai ekosistem pencipta lapangan kerja yang mendorong peningkatan ekonomi masyarakat lokal Sulteng. Emilia mengatakan, keberadaan industri pengolahan menjadi faktor penting dalam pergeseran pola ketenagakerjaan di Sulteng, yang dahulu lebih banyak ditopang sektor pertanian dan perikanan.

Emilia menambahkan, kontribusi tenaga kerja IMIP terhadap total penduduk bekerja dengan status buruh atau karyawan di Sulteng diketahui berkisar 1,23 persen pada 2023, lalu meningkat jadi 1,74 persen (2024), dan 1,3 persen (2025). Dokumen BPS Indikator Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Tengah 2025 juga menyebutkan, angka ini menempatkan kawasan IMIP sebagai salah satu kontributor utama pertumbuhan lapangan kerja formal di Sulteng.

Pengembangan SDM Industri

Geliat sektor industri pengolahan yang berkembang di kawasan IMIP pun tercatat sebagai lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi di Sulawesi Tengah, yakni 15,09 persen pada triwulan I 2026. Pada periode sama, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulteng atas dasar harga berlaku mencapai Rp110,27 triliun, sementara PDRB per kapita Kabupaten Morowali menembus Rp1,3 miliar pada 2024.

Sejalan dengan itu, pertumbuhan IMIP turut memekarkan aktivitas ekonomi masyarakat di lingkar kawasan industri. Penelitian dari tim Survey and Research Departemen Secretariat and General Affair (SGA) PT IMIP menunjukkan jumlah UMKM di Kecamatan Bahodopi meningkat dari 4.697 unit usaha pada 2021 menjadi 7.643 unit pada Maret 2025. Sekalipun jumlah unit usaha agak menurun menjadi 7.190 unit pada April 2026, jumlah tenaga kerja yang terserap justru meningkat menjadi 17.080 orang.

Dinamika ini mencerminkan keberadaan industri pengolahan bukan hanya membuka peluang kerja dalam kawasan IMIP. Sebaliknya, unit usaha yang bertahan justru tumbuh dan banyak menyerap SDM untuk bekerja.

PT IMIP juga merespons pembangunan industri dan pengembangan SDM sebagai dua hal yang saling berkaitan.

“Penguatan kualitas SDM menjadi fokus utama perusahaan demi menjaga keberlanjutan pertumbuhan industri. Ini diwujudkan melalui berbagai program pelatihan, sertifikasi kompetensi, magang industri, hingga kerja sama dengan lembaga pendidikan vokasi dan perguruan tinggi,” kata Emilia.

Untuk memperkuat keterhubungan dunia pendidikan dan kebutuhan industri, saat ini IMIP menjalin kemitraan dengan sejumlah universitas, yaitu Politeknik Industri Logam Morowali (PILM), Akademi Teknik Industri Makassar (ATI Makassar), Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin bidang metalurgi, serta Program D4 Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik dan Teknologi Rekayasa Instalasi Mesin Universitas Tadulako. Kerja sama ini mencakup pemberian beasiswa, kesempatan magang, hingga pelaksanaan program Praktisi Mengajar yang mempertemukan mahasiswa dengan para profesional industri secara langsung. Melalui langkah ini, IMIP berkomitmen menghadirkan manfaat sosial ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi Tengah dan Indonesia secara lebih luas. (bid/paluekspres)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam