Seketika, saya teringat pada ceita isteri ku beberapa tahun lalu saat mengunjungi gunung biru di Sinney Australia. Di sana, kita akan melihat puncak-puncak batu pasir bentukan alam selama ribuan tahun, menjulang di atas tebing Jamison Valley. Menurut legenda Aborigin, pilar-pilar batu ini dulunya tiga orang kakak-beradik yang jelita. ‘Meehni’, ‘Wimlah’, dan ‘Gunnedoo’, diubah menjadi batu oleh seorang kepala suku yang sakti.
Ketiga gadis ini jatuh cinta dengan tiga pria bersaudara dari suku lain, namun dilarang menikah karena pantangan hukum adat. Ketiga pria itu berusaha menculik tiga gadis ini, menimbulkan pertempuran sengit, dan kepala suku pun mengubah tiga saudari itu menjadi batu untuk melindungi mereka.
Ia berniat membalik mantranya sesudah pertempuran berakhir, namun ia sendiri terbunuh. Maka, kakak-beradik itu pun tetap berwujud menara batu hingga kini.
Semua dongeng legendaris ini sulit diterima akal sehat. Tapi, Sidney memperoleh bejuta-juta dolar Australia dan Bali menerima beratus-ratus juta rupiah dari cerita-cerita ini. Mereka mengemasinya dengan apik, diintegrasikan dengan upaya lain dalam satu kesatuan bernama “bisnis Pariwisata”. Bagaimana dengan Gunung Pogogul? Semoga ada jalannya.






