“Kalau mau berhasil harus libatkan semua unsur utamanya media,”saran Putumura.
Event ini jelasnya memang perlu mendapat dukungan. Sebab dari sisi ekonomi kegiatan tersebut diharapkan berdampak meningkatkan perekonomian daerah. Selain tujuan utamanya sebagai ajang pelestarian budaya.
“Terimakasih untuk Pemkot Palu dan Pemprov Sulteng yang telah mendukung maksimal festival ini. Semoga ini dapat terus berlanjut bagi kemajuan pariwisata Indonesia,”harapnya. Wakil Ketua Komisi X DPR-RI Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Ferdiansyah menyebut, FPPN merupakan Implmentasi Undang-undang nomor 5 tahun 2017. “Undang-undang itu mengatur tujuan haluan pembangunan nasional melalui kebudayaan,”katanya.
Dia mengusul agara FPPN dijadikan agenda tetap Pemkot Palu. Karena sesuai data dan informasi kunjungan wisatawan jelasnya, 65 persen dipengaruhi dengan pola pendekatan budaya.
“Kami yakin dan percaya dengan potensi budaya dan alam di Sulteng dan Palu akan menjadi daerah tujuan wisata mancanegara dan nusantara dimasa mendatang,”harapnya. Gubernur Sulteng, melalui Asistennya, Muliono juga mengapresiasi kegiatan itu. FPPN katanya merupakan wadah kebergaman budaya yang dapat menunjang pembangunan daerah Sulteng.
“Festival ini memelihara budaya dan seni tradisi dan pariwisata. Karena itu memang butuh keseriusan semua pihak,”jelasnya. Muliono berharap FPPN bisa memberi perubahan bagi kota Palu sebagai ibukota Sulteng.
“Kepada masyarakat kami meminta jadilah warga yang taat utamanya soal ketertiban lingkungan dan kebersihan. Karena itu masih diabaikan. Pemkot Palu kami tegas untuk hal ini namun tetap harus humanis,”pungkasnya.
(mdi/Palu Ekspres)






