PALU EKSPRES, PALU – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulteng membentuk komunitas jurnalis pasar modal (JPM) Kota Palu sebagai upaya mendorong sosialisasi terkait pasar modal di Palu dan Sulteng pada umumnya.
Selain komunitas JPM, OJK juga membentuk komunitas pemuda pasar modal untuk kepentingan itu. Dua komunitas ini dikukuhkan Sekretaris Kota (Sekkot) Palu, Asri dalam kegiatan sosialisasi bertajuk meningkatkan daya saing daerah yang digelar OJK Sulteng, Minggu 24 September 2017 di Hotel Mercure Palu.
Ketua OJK Sulteng, Syukri M Yunus mengatakan, pengenalan pasar modal merupakan salahsatu solusi dalam rangka pemujudkan tujuan pembangunan ekonomi daerah dan masyarakat. Karena itu, pemerintah, badan usaha milik daerah, pelaku UKM dapat memanfaatkan pasar modal untuk menghimpun sumber dana melalui mekanisme penerbitan efek.
Menurutnya dalam menggenjot pembangunan infrastruktur pemerintah bisa menerbitkan obligasi daerah sebagai upaya memperkuat permodalan. “PT Bank Sulteng sudah menerbitkan surat utang/obligasi dan melakukan penawaran umum perdana initial publik offering (IPO) di BursaEfek Indonesia,”kata Syukri.
Pemberdayaan UKM oleh pemerintah menurutnya perlu didukung industri jasa keuangan (IJK) sektor perbankan. Termasuk pasar modal dan lembaga non bank. Dalam rangka mendorong agar UKM dapat mengakses pasar modal, OJK telah menyesuaikan peraturan Bappepam nomor IX C. 7 tahun 1997 dan peraturan Bappepam nomor 11.C.8 tahun 1996 dengan konisis saat ini. Yaitu dengan menerbitkan peraturan OJK (PJOK) nomor 54/PJOK.04/2017 yang memberikan kemudahan bagi UKM melakukan penawaran umum di BEI.






