Selanjutnya OJK mengembangkan equity crowdfunding berbasis financial tecnologi (fintec) yang pada masa depan seiring pembangunan tecnologi agar dapat mendukung akses pelaku UKM terhadap pasar modal. OJK juga menerbitkan PJOK nomor 77 /PJOK.01/2016 tentang layanan pinjam meminjam uang berbasis tecnologi informasi.
“Dengan begitu kami berharap pelaku UMKM makin mudah mengakses modal secara mudah, cepat dan murah,”kata Syukri. Dalam upaya membumikan pasar modal bagi masyarakat dan UMKM jelas Syukri, pihaknya melakukan berbagai upaya dengan melibatkan stakeholder.
“OJK mendukung sepenuhnya upaya BEI Philips Sekuritas indonesia dan Untad Palu dalam mendirikan galery investasi mobile,”ujarnya. Pihaknya pun lanjut Sykuri secara continew melakukan edukasi dan sosialisasi pasar modal bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
Sebelumnya OJK bersama BEI Makassar dalam upaya tersebut melakukan pelatihan pasar modal bagi jurnalis Palu pada 20 Juli 2017. Workshop pasar modal bersama akademisi Untad pada 8 Agustus 2017. Kemudian worskhop pasar modal bagi MGMP ekonomi SMA/SMK dan MA, pada 9 Agustus 2017. Termasuk menginisiasi pembentukan komunitas Jurnalis dan pemuda pasar modal.
Sekkot Palu, Asri dalam sambutan walikota menyambut baik segala upaya OJK untuk memasyarakatkan pasar modal bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Kota Palu. Diapun mengapresiasi pembentukan komunitas Jurnalis dan pemuda pasar modal. Sekkot berharap, segala upaya itu bisa diwujudkan agar perekonomian masyarakat bisa lebih mengalami peningkatan dimasa mendatang.
Sosialisasi bertema pasar modal sebagai alternatif investasi dan pembangunan infrastruktur dan usaha kecil menengah di Sulteng ini dihadiri antara lain, Dirut PT Bank Sulteng, Abdul Haris didampingi komisaris utamanya, Karim Hanggi. Kepala IDX inkubator Bursa efek Indonesia (BEI) Irmawati Amran, Deputi Direktur Direktorat pengaturan pasar modal OJK, Daud Tarigan.
(mdi/Palu Ekspres)






