Sabtu, 2 Mei 2026

September 2017, Kota Palu Akhirnya Deflasi

PALU EKSPRES, PALU – Sejak Januari hingga September 2017, baru kali ini Kota Palu mengalami Deflasi. Menariknya, pada saat bersamaan, secara nasional mengalami inflasi. Angka deflasi yang dicatat oleh BPS Provinsi Sulteng sebesar 0,13 persen, dipengaruhi oleh turunnya indeks harga pada kelompok bahan makanan (1,00 persen), diikuti oleh kelompok kesehatan (0,14 persen), serta perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (0,09 persen).

Sementara kenaikan indeks harga pada periode yang sama terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,29 persen), sandang (0,27 persen), serta transpor, komunikasi, dan jasa keuangan (0,14 persen). “Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga selama September 2017 relatif tidak mengalami perubahan,” kata Kepala BPS Sulteng Faisal Anwar, Senin 2 Oktober 2017, di kantor BPS Provinsi Sulteng.

Pada bulan yang sama, katanya, inflasi year on year Kota Palu sebesar 4,61 persen. Kenaikan indeks year on year tertinggi terjadi pada kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 8,55 persen, sedangkan kelompok pengeluaran pendidikan, rekreasi, dan olahraga mengalami penurunan indeks sebesar 1,92 persen.

Deflasi Kota Palu sebesar 0,13 persen berasal dari andil negatif kelompok pengeluaran bahan makanan (0,208 persen), perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (0,022 persen), serta kesehatan (0,005 persen). Sementara andil inflasi berasal dari kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,065 persen), transpor, komunikasi, dan jasa keuangan (0,025 persen), serta sandang (0,015 persen).

Ia mengungkapkan, beberapa komoditas utama yang memiliki andil terhadap inflasi antara lain, jeruk nipis (0,12 persen), ikan selar (0,05 persen), rokok kretek filter (0,04 persen), ikan mujair (0,03 persen), biaya pemeliharaan (0,02 persen), serta ikan kakap merah (0,02 persen). Selanjutnya, emas perhiasan (0,01 persen), ikan teri (0,01 persen), bayam (0,01 persen), dan bahan bakar rumah tangga (0,01 persen).

Sedangkan beberapa komoditas yang memiliki andil negatif terhadap inflasi antara lain, tomat buah (0,08 persen), ikan ekor kuning (0,08 persen), bawang merah (0,07 persen), cabai rawit (0,06 persen), ikan layang (0,04 persen), batako (0,03 persen), ikan kembung (0,02 persen), tomat sayur (0,02 persen), telur ayam ras (0,02 persen), serta buah pisang (0,02 persen).

Sementara itu tambahnya, hasil pantauan terhadap perkembangan harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat Kota Palu dirinci menurut tujuh kelompok pengeluaran; pertama, Bahan Makanan. Selama September 2017, kelompok bahan makanan mengalami penurunan indeks harga sebesar 1,00 persen, yakni dari 139,17 pada Agustus 2017 menjadi 137,78 pada September 2017. Secara keseluruhan, kelompok bahan makanan memberikan andil terhadap deflasi sebesar 0,208 persen.

Penurunan indeks harga terjadi pada subkelompok buah-buahan (6,27 persen), sayur-sayuran (3,59 persen), bumbu-bumbuan (1,26 persen), telur, susu, dan hasil-hasilnya (1,12 persen), ikan segar (0,54 persen), lemak dan minyak (0,39 persen), kacang-kacangan (0,09 persen), serta daging dan hasil-hasilnya (0,04 persen).

Sedangkan kenaikan indeks harga terjadi pada subkelompok ikan diawetkan (1,05 persen), bahan makanan lainnya (0,54 persen), serta padi-padian, umbi-umbian, dan hasilnya (0,16 persen). Ke dua, Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau.

Dibandingkan bulan sebelumnya, kelompok ini mengalami kenaikan indeks harga sebesar 0,29 persen dari 143,80 pada Agustus 2017 menjadi 144,22 pada September 2017. Andil kelompok ini secara keseluruhan terhadap inflasi sebesar 0,065 persen. Kenaikan indeks harga terjadi pada subkelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 0,91 persen, minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,38 persen, serta makanan jadi sebesar 0,06 persen.

Ke tiga, Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar. Kelompok ini mengalami penurunan indeks harga sebesar 0,09 persen, yakni dari 128,42 pada Agustus 2017 menjadi 128,30 pada September 2017. Secara keseluruhan, kelompok ini memberikan andil terhadap deflasi sebesar 0,022 persen.

Selama September 2017, subkelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga, yakni biaya tempat tinggal sebesar 0,28 persen. Sementara subkelompok bahan bakar, penerangan, dan air serta penyelenggaraan rumah tangga mengalami kenaikan indeks harga sebesar 0,23 persen. Subkelompok perlengkapan rumah tangga selama September 2017 terpantau relatif stabil.

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Pengamatan Perkembangan Konsumsi Konten Digital yang Menunjukkan Lonjakan Signifikan
Perubahan Pola Online Muncul Seiring Habanero Semakin Sering Terlihat
Struktur Analisis Alur Permainan Mahjong Ways Kasino Online melalui Momentum Sesi dan Aktivitas Gameplay
Elaborasi Sebaran Winrate Dinamis Mahjong Ways Terkait Pola Bermain dan Pergerakan Modal
Eksplorasi Mekanisme RTP Adaptif Mahjong Ways dalam Membentuk Pola Bermain Berdasarkan Jam dan Distribusi Modal
Interaksi Pengguna Mulai Berubah Ketika Mahjong Ways 2 Tampil Lebih Konsisten
Starlight Princess Hadirkan Bonus Bintang Premium dengan Peluang Hadiah Maksimal
Super Scatter Tawarkan Bonus Tambahan melalui Sistem yang Lebih Cepat
Pendalaman Pola Ritme Sesi Mahjong Ways Kasino Online terkait Spin dan Dinamika Permainan
Eksplorasi Sebaran Simbol Tinggi Mahjong Ways Kasino Online dalam Observasi Premium dan Variasi Gameplay
Mahjong Ways Menyajikan Bonus Kombinasi Baru dengan Nilai yang Lebih Tinggi
Studi Pertumbuhan Platform Interaktif dalam Menunjang Hiburan Modern
Kajian Terkini tentang Perubahan Hiburan Digital di Era Mobile First
Eksplorasi Pola Ritme Permainan Mahjong Ways Kasino Online dalam Fase Akhir dan Variasi Gameplay
Interpretasi Sebaran Simbol Tinggi Mahjong Ways Kasino Online melalui Observasi Simbol Premium dan Dinamika Gameplay
Analisis Ritme Tumble Mahjong Ways Kasino Online berdasarkan Tempo Perputaran dan Perubahan Dinamika Gameplay
Pemetaan Pola Tumble Mahjong Ways Kasino Online dilihat dari Kecepatan Alur dan Tingkat Intensitas Permainan
Kajian Peran Scatter Mahjong Ways Kasino Online dalam Sesi Bermain Singkat serta Ragam Perubahan Gameplay
Pengamatan Variasi Tumble Mahjong Ways Kasino Online melalui Perubahan Tempo dan Hasil Gameplay yang Muncul
Telaah Mekanisme Tumble Aktif Mahjong Ways Kasino Online lewat Rangkaian Alur Beruntun dan Aktivasi Fitur Gameplay
Frekuensi Tumble Mahjong Ways Kasino Online ditinjau dari Tempo Tumble dan Dinamika Gameplay
Karakter Frekuensi Tumble Mahjong Ways Kasino Online dalam Tinjauan Tempo serta Intensitas Permainan
Eksplorasi Evaluasi Scatter Mahjong Ways Kasino Online pada Konteks Sesi Singkat dan Variasi Gameplay
Transformasi Frekuensi Tumble Mahjong Ways Kasino Online dalam Kerangka Tempo dan Keragaman Output Gameplay
Struktur Tumble Aktif Mahjong Ways Kasino Online berdasarkan Dinamika Alur Beruntun serta Pola Aktivasi Gameplay
Analisis Mahjong Ways 2 pada RTP PGSOFT untuk Membaca Dinamika Sistem Kasino Online
Mengulas Pola Mahjong Ways 2 dari Perubahan Aktivasi Kombinasi Simbol
Observasi Perilaku Simbol Mahjong Ways 2 untuk Melihat Arah Permainan
Dominasi Scatter Membuat Mahjong Ways 2 Masuk ke Fase Bermain Lebih Intens
Pola Berulang di Mahjong Ways 2 Mulai Menunjukkan Sinyal Stabilitas Permainan
Pendekatan Analitik Mahjong Ways Kasino Online pada RTP PGSOFT untuk Membaca Dinamika
Pendalaman Pola Mahjong Ways Kasino Online lewat Variasi Kombinasi Simbol Aktif
Pendekatan Observasional Mahjong Ways Kasino Online dalam Membaca Pergerakan Simbol
Saat Scatter Lebih Dominan, Mahjong Ways Kasino Online Masuk ke Fase Intensif
Ketika Pola Berulang Muncul, Mahjong Ways Kasino Online Menunjukkan Stabilitas Sistem