PALU EKSPRES, JAKARTA – Anda tidak perlu menjadi seorang pelari maraton jika hanya untuk merasakan bagaimana menderitanya mengalami keram otot.
Baik tua, muda aktif atau mereka yang lebih banyak diam kesehariannya juga sama-sama berpotensi mengalami keram pada ototnya.
Mengapa keram bisa terjadi pada siapa saja? Berikut beberapa hal yang bertanggungjawab atas kontraksi berlebihan pada otot seperti diambil dari Women’sHealth.com:
1. Dehidrasi
Kerja otot itu melibatkan keseimbangan sinyal kelistrikan dan ion. Ketika tubuh kekurangan air dapat mempengaruhi sinyal-sinyal ini dan membuat tubuh kesulitan untuk membaca sinyal-sinyal tersebut. Akibatnya, otot tubuh menjadi sulit memproses sinyal yang tepat, hal inilah yang kemudian memicu keram pada otot.
2. Menahan posisi yang sama dalam waktu lama
Menahan posisi yang sama dalam waktu lama bukanlah hal yang biasa dilakukan oleh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan asam laktat yang dapat memicu ketegangan pada otot. Untungnya, keram jenis ini dapat hilang dengan sendirinya.
3. Kompresi saraf
Pada otak Anda, terdapat beberapa saraf yang terhubung pada tulang belakang dan banyak hal yang dapat menyebabkan saraf terjepit, mulai dari herniasi diskus hingga radang sendi. Jika obat anti radang tidak dapat membantu kondisi Anda maka Anda wajib memeriksakan diri ke dokter.
4. Kehamilan
Kehamilan dapat menyebabkan perubahan hormonal yang memicu keram otot yang terjadi pada area seperti betis atau telapak kaki. Kondisi ini umumnya akan memburuk ketika malam hari pada trisemester ketika kehamilan. Mereganggkan tubuh dan minum air putih dapat membantu meredakannya.
5. Pasokan darah yang kurang
Penyebab lain dari keram otot juga dapat dipicu oleh pasokan darah yang kurang. Itu artinya kaki atau lengan yang keram tidak mendapatkan cukup aliran darah sebagaimana mestinya. Biasanya dipicu oleh kolesterol yang menumpuk pada darah. Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan untuk mengatasi masalah ini.
(ruf/fajar)






