Jumat, 15 Mei 2026

Surplus Beras Sulteng Tembus 186.691 Ton

PALU EKSPRES, PALU – Pemerintah saat ini sedang gencar mewujudkan swasembada pangan menuju kedaulatan pangan secara nasional. Ini untuk target menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045.

Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola menyebut, Sulteng termasuk salah satu provinsi yang diharap mendukung dan memberikan kontribusinya terhadap program itu. Ini mengingat potensi lahan yang tersedia di Sulteng, menurut data BPS tahun 2016, luas lahan sawah sekitar 148.442 ha. Lahan kering sekitar 468.234 ha untuk tegalan. Dan sekitar 170.996 ha untuk ladang.

Menurutnya, kondisi ketahanan pangan Sulteng, khususnya beras, sejak 5 tahun terakhir tergolong surplus. Tahun 2016, produksi padi mencapai sebesar 1.103.168 ton gabah kering giling.

Bila dikonversi ke beras (angka rafaksi 62,74%) akan menjadi beras sebanyak 597.210 ton. Dengan jumlah sekitar 2.950.189 jiwa. Kemudian Jika kebutuhan konsumsi per kapita penduduk sekitar 139,15 kg/kapita tahun, maka kebutuhan beras Sulteng sekitar 410.519 ton. Angka itu mengindikasikan bahwa, Sulteng tergolong provinsi yang berasnya surplus sekitar 186.691 ton.

Surplus beras Sulteng tersebut ujar Longki sebagian besar diperdagangkan antar daerah dan antar pulau. Seperti ke Provinsi Gorontalo, Maluku Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara. Hal itu ia kemukakan ketika membuka Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Tingkat Nasional ke-V, di Desa Sidera Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi , Kamis, 12 Oktober 2017.

Menurut Longki, tahun 2017, target luas tanam komoditas tanaman pangan (Pajala) Sulteng untuk padi seluas 266.283 ha. Dia menjelaskan jika kebutuhan benih sekitar 25 kg/ha, maka kebutuhan benih setara 6.657 ton/tahun. “Bila harga benih sekitar Rp. 9.000 per ha, maka biaya untuk benih padi pertahun sekitar 59,9 miliar,”jelasnya.

Sedangkan trget untuk jagung seluas 84.425 ha. Apabila kebutuhan benih sekitar 15 kg/ha, maka kebutuhan benih setara 1.266 ton/tahun. Dan jika harga benih sekitar rp.14.000 per ha, maka biaya untuk benih jagung pertahun sekitar 17,73 milyar. Selanjutnya target untuk kedelai yaitu seluas 12.877 ha.

Jika kebutuhan benih sekitar 25 kg/ha, maka kebutuhan benih kedele setara 322 ton/tahun. Jika harga benih sekitar Rp.9.000 per ha, maka biaya untuk benih kedele per tahun sekitar 2,9 milyar.

Gubernur menyimpulkan, sesuai data sederhana itu, maka Sulteng adalah salah satu provinsi potensial untuk dipacu usaha perbenihannya. Dengan kata lain potensial untuk menarik minat investor guna memanfaatkan peluang berinvestasi dalam usaha/industri perbenihan tanaman pangan secara berkelanjutan.

Untuk mendukung keberlanjutan pembenihan itu, pemerintah daerah sebutnya telah melakukan berbagai upaya. Antara lain peningkatan status balai benih, Penetapan Perda nomor 1 tahun 2015, tentang perlindungan lahan pertanian pangan dan Mendorong dibentuknya SMK Pertanian unggulan.

Meski begitu, segala upaya masih menghadapi tantangan penting dan mendasar dan harus segera diatasi. Tantangan itu diantaranya kondisi infrastruktur yang belum memadai, kebutuhan pangan, fenomena perubahan iklim.Termasuk keengganan generasi bekerja di sektor pertanian. Perbaikan NTP petani dan tantangan mendasar lainnya.

“Karenanya bagaimana mengurangi kemiskinan, terutama di perdesaan yang sebagian besar bekerja di sektor pertanian,”demikian Gubernur. Menteri Pertanian diwakili Dirjen Tanaman Pangan Dr. Ir. Sumarjo Gatot Irianto beserta Staf Ahli Menteri Bidang Perdagangan dan Hubungan Luar Negeri turut hadir dalam kegiatan itu.

Selain membuka Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Tingkat Nasional ke-V, Gubernur didampingi Dirjen Tanaman Pangan Dr. Ir. Sumarjo Gatot Irianto serta pejabat lainnya melakukan pembenihan serta panen tanaman pangan sekaligus penyerahan secara simbolis kartu petani miskin, pemberian benih jagung, hand traktor, serta claim asuransi usaha kepada petani.

(mdi/Palu Ekspres)

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan