Kabupaten Touna menurutnya, banyak menyimpan berbagai potensi parawisata, seni budaya yang sangat indah dan langka. Pelaksanaan festival ini, adalah menganisvestasi kepedulian pemerintah dan masyarakat untuk membrending dan mengimusasi keragaman kekayaan budaya seni, eksostisme alam dan potensi lainnya, yang sekiranya jadi pertimbangan untuk melakukan fungsitasi wisata maupun invenstasi ke Kabupaten Touna, Provinsi Sulteng.
Longki berharap, melalui Festival Pesona Lipuku Touna-Togean 2017 ini, akan berguna mempromosikan Kabupaten Touna, sebagai salah satu alternatif destinasi dan karya master plis yang bisa mentrasfer nilai-nilai keindahan, kebudayaan, keunggulan dan kegunaan.
“Olehnya, kepada para pelaku industri dalam menggarap destinasi wisata unggulan secara berkelanjutan di Kabupaten Touna, untuk memperhatikan aspek daya tarik, sifat-sifat yang dimiliki obyek wisata berupa, keunikan, keaslian dan kelangkaan yang akan menimbulkan semangat dan nilai-nilai multiguna bagi wisatawan,” harapnya.
Dia juga mengatakan, Pemrov Sulteng telah berupaya untuk memfasilitasi dalam mempromosikan wisata Togean. “Insya Allah dari Kementerian Hukum dan Ham akan menempatkan tenaga imigrasi di Kabupaten Touna, khususnya di Ampana-Togean yang akan memudahkan para turis untuk mengurus Visa atau mengurus legal paspornya, tidak lagi harus ke Gorontalo atau daerah lainnya, tetapi cukup di Ampana dan Togean,” ujarnya.
(mg3/Palu Ekspres)






