Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Pemuda Zaman Now Perlu Ruang, Perlu Peluang

Jadi bicara soal pemimpin, itu berarti bicara soal visi dan bagaimana ia mampu membahasakan visinya dalam tataran praktis,” ulas Erman panjang lebar. Hal ini ia buktikan sendiri. Dalam usia yang relatif muda, alumni Fisip Untad ini bahkan telah mempunyai pengalaman memimpin yang panjang. Tercatat ada sejumlah Ormas/OKP yang pernah berhasil dalam kepemimpinannya.
Sebut misalnya, AMPI Kota Palu dan KNPI Kota Palu. Kini, bahkan ia mendapat mandat memimpin partai besar Golkar. Lebih jauh pria yang tampil metrosexual ini, munculnya kepemimpinan pemuda lebih karena munculnya kesadaran ideologis para kaum muda, bahwa sudah saatnya para pemuda mendapat kesempatan untuk menjadi pemimpin.

Entah itu di level ormas, politik praktis atau eksekutif. ”Saya melihat ada semacam kesadaran kolektif kelompok generasi milenial ini bahwa mereka harus merebut kepemimpinan. Mereka ingin ada perubahan radikal di segala lini kehidupan. Dan yang bisa melakukan itu adalah kaum muda.

Karena kaum muda merasa mempunyai terobosan dan gagasan yang kreatif, imaginer dan tentu saja tidak mau terjebak pada kekakuan birokrasi yang menjemukan,” ungkapnya

Pendapat senada juga disampaikan Ketua PAN Kota Palu, Ivan Nouk. Narasi soal kepemimpinan kata dia, tidak boleh ada dikotomi antara pemimpin muda dan tua. Berbicara soal kepemimpinan bukan soal usia tapi soal visi. Karena itu tidak ada perbedaan antara keduanya.
”Bagi saya pemuda itu perlu ruang juga perlu peluang untuk membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang layak,” katanya dihubungi, Minggu 29 Oktober 2017. Saat ini katanya sudah saatnya pemuda mengambil peran lebih, dalam dinamika sosial masyarakat. Entah itu menjadi pemimpin di sektor bisnis, politik atau eksekutif.

Di Palu menurut dia, kepemimpinan eksekutif bahkan sudah ditunjukkan oleh politisi PAN, Sigit Purnomo Said sebagai wakil Wali Kota dalam usia 38 tahun. Dan terbukti, Pasha mampu mengemban tugasnya dengan sangat baik. Tak bisa dimungkiri saat ini masih kerap terdengar suara minor yang meragukan kepemimpinan kaum muda. Ia menduga munculnya keraguan ini datang dari kelompok status quo yang merasa terancam dengan fenonema munculnya kepemimpinan kaum muda.

Kelompok ini kerap menggunakan argumen, anak muda belum matang, tidak siap memimpin dan seabrek asumsi negatif bernada meremehkan. Hal ini ungkap owner portal berita dipalu.com, tidak selamanya benar. Malah mereka para politisi ”matang” juga kerap tidak cakap menjalankan kepemimpinannya.

Kepemimpinan pemuda menurut dia sudah terbukti sangat berhasil. Baik dalam skala nasional maupun internasional. Ia mencontohkan Barrack Husein Obama yang berhasil menjadi anggota majelis rendah pada usia belia 26 tahun. Lalu menjadi Presiden Amerika pada usia 44 tahun.