“Si penjaga Busway bernada tinggi bilang kami bohong mana polisinya terus dada sipenjaga bushway itu didorongkan ke dada aa Angga, lalu si aa tidak menggubris krn kami masih sadar bahwa kami public flgur, ” jelas Depe.
“Tapi si polisi yang menjaga di jalur Busway baik terhadap kami dan mau menunggu polisi yang mengawal kami yang tertinggal di belakang karena polisi yg mengawal kami melalui jalan arteri tidak melalu jalan busway, namun si penjaga busway malah semakin menjadi.” Sambung Depe.
Sikap penjaga Busway ini, kata Depe, memicu warga dan pengemudi ojek online secara bersamaan nyaris menghakimi Angga Wijaya yang sejak tadi terlibat adu mulut dengan penjaga jalur Busway.
Melihat suaminya nyaris dikeroyok, Depe akhirnya ikut turun dari mobil dan menjelaskan kepada warga yang mulai ngamuk.
“Takut dia digebukin warga, saya turun dari mobil dan minta tolong didengarkan penjelasan kami, jangan ada yang main flsik atau main hakim sendiri.” Tutur Depe.
“Tapi si penjaga Busway itu merasa dapat dukungan warga yang tidak tau pokok permasalahannya malah semakin menjadi,” lanjutnya.
Atas kejadian itu, Depe merasa kecewa dengan warga yang dinilainya melakukan tindakan tanpa tahu pokok permasalahan sebenarnya.
“Saya siap untuk mempertanggungjawabkan apa yg terjadi karena memang kita dikawal dan bukan asaI lewat jalur busway TANPA PERINTAH. Saya kecewa kenapa warga tidak mendengarkan penjelasan kami terlebih dahulu? Knp malah mau main hakim sendiri?.” Tutup Depe.
(dal/fajar)






