Sabtu, 16 Mei 2026

Pemkot Keluh Soal Kewenangan dalam UU 13 Tahun 2014

 

Saat Jaring Asmara NDB dan Gede Pasek
PALU,PE-Penarikan kewenangan dari pemerintah kabupaten/kota ke tingkat provinsi serta penerapan pengelolaan keuangan daerah pasca pengesahan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah menjadi isu utama dalam pertemuan kunjungan kerja Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dalam Jaring Aspirasi Masyarakat (Asmara) di Pemkot Palu, Selasa 11 Agustus 2015.
Pemkot melalui Asisten II Setda Palu Ansar Sutiadi mengusul pada anggota DPD yang diwakili Gede Pasek dan Nurmawati Dewi Bantilan agar menyampaikan usulan untuk mengkaji kembali sejumlah materi dalam UU tersebut.
Salah satunya kata Ansar soal pengelolaan keuangan daerah. Ada sejumlah mekanisme pengelolaan keuangan daerah yang diatur dalam UU itu berbeda dengan mekanisme pengelolaan keuangan yang dikeluarkan dalam sejumlah peraturan menteri.
“Ini bisa menjadi jebakan bagi pejabat yang ada didaerah,”kata Ansar Sutiadi.
Akibatnya menurut Ansar, hal ini menjadi salah satu penyebab terhambatnya inovasi pemerintah daerah dalam proses pembangunan. Banyak pejabat yang tidak ingin lagi menjadi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).
Bahkan tak jarang, karena perbedaan regulasi itu banyak kepala daerah yang terpaksa disekolahkan kembali lantaran kesalahan adminstrasi.
“Yang kami sesalkan juga ditingkat daerah, undang-undang ini diberlakukan tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu di daerah,”sebutnya.
Untuk itu, pihaknya kata Ansar Sutiadi berharap kepada DPD agar membawa aspirasi tersebut sebagai bahan masukan di tingkat pusat. Paling tidak ada satu solusi untuk menyamakan pandangan pengelolaan keuangan daerah itu bersama pihak Kepolisian dan Kejaksaan.
Dalam kesempatan itu, Ansar juga mengusulkan agar tidak menyamaratakan kondisi daerah satu dan lainnya dalam penyusunan undang-undang yang menyangkut pemerintah daerah. Contohnya kata dia soal regulasi tentang pendidikan bertaraf internasional.  Sekolah bertaraf internasional akhirnya dihapus, padahal sangat dibutuhkan di wilayah Sulawesi karena mutu pendidikan di daerah ini masih tertinggal dengan daerah lainnya.
“Mungkin sistem itu memang tidak dibutuhkan lagi di daerah-daerah pulau Jawa, tapi kami di daerah butuh untuk meningkatkan kualitas pendidikan,”ujarnya.
Terkait dengan itu, Anggota Komite I DPD-RI Gede Pasek mengatakan, pada waktu proses penyusunan UU tersebut, DPD belum terlibat langsung didalamnya. DPD menurutnya hanya sebatas menyampaikan usulan kepada DPR.
“Memang kami tidak punya ruang dalam proses penyusunan undang-undang pada waktu itu,”ujarnya.
Namun dia berjanji, materi yang menjadi keluhan pada umumnya di daerah ini untuk dibawah sebagai materi hasil penjaringan. Sebab katanya DPD saat ini sedikitnya sudah punya ruang untuk terlibat dalam penyusunan undang-undang.
“Tapi kalau sekarang kami setidaknya sudah bisa mengakses mulai dari prolegnas hingga ketahap penyusunan,”jawab Gede Pasek.(mdi).

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan
Kajian Ritme dan Sebaran Aktivitas dari Evaluasi Sesi Pemula Mahjongways di Kasino Online
Standarisasi Operasional Kasino Online melalui Pemantauan Intensif Pergerakan RTP PGSoft Mingguan per User
Standarisasi Operasional Kasino Online lewat Kontrol Terukur terhadap Dinamika RTP Mingguan User
Bagaimana Strategi Adaptif Mahjongways Kasino Online Merespons Perkembangan AI di Industri
Modernisasi Algoritma Permainan Live RTP PGSOFT melalui Integrasi Teknologi AI
Analisis RTP PGSoft Berbasis Kalkulus Probabilis dalam Kerangka Konfigurasi Matematik Berakurasi Tinggi
Mahjong Ways 2 Kasino Online Tunjukkan Indikasi Stabilitas Ketika Pola Berulang Mulai Terbaca
Distribusi Data Nonlinear dalam Sistem Analitik Adaptif pada Gates of Olympus Super Scatter
Telaah Mendalam RTP dengan Kalkulus Probabilis dan Rancangan Konfigurasi Matematik Berpresisi Tinggi
Membaca Sosiometri Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Pengamatan Visual dan Stabilitas Sistem