PALU EKSPRES, PALU – Pada tahun akademik 2018/2019 mendatang, Jumlah Program Studi (Prodi) pada Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako (Untad), akan bertambah satu. Prodi baru tersebut adalah prodi Teknik Geofisika. Sebelumnya, Jurusan Fisika FMIPA Untad hanya memiliki Prodi Fisika.
Dekan FMIPA Untad, Dr. Muh. Rusydi H menyebutkan, Prodi baru tersebut sudah akan tersedia bagi para pendaftar calon mahasiswa baru Untad, pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2018.
“Sudah tersedia pendaftarannya di SNMPTN, karena kita sudah punya surat izin untuk penyelenggaraan. Sedangkan untuk kuota penerimaan mabanya, masih digodok oleh panitia. Sebelumnya sebenarnya pada Prodi Fisika sudah mempunyai kelompok peminatan, yang namanya kelompok bidang kajian kebumian, di mana di dalamnya Geofisika,” jelas Rusydi, saat ditemui di ruangan Jurusan Fisika FMIPA Untad, Rabu (24/1).
Diungkapkan Rusydi, sumber daya dosen yang akan mengajar di Prodi baru tersebut saat ini sudah mencukupi. Ia menyebutkan, dosen yang berada di bawah naungan Jurusan Fisika Untad banyak yang merupakan alumni dari Teknik Geofisika Institut Teknologi Bandung (ITB).
Selain itu, salah satu dasar pembukaan prodi tersebut kata Rusydi, adalah potensi sumber daya alam di wilayah Sulteng cukup besar, sehingga dibutuhkan alumni-alumni Teknik Geofisika yang berasal dari daerah sendiri.
“Sumber daya dosen Geofisika dan Teknik Geofisika kita ada sepuluh orang, sehingga kita mencoba membuka prodi ini. Kita juga melihat, sumber daya alam kita cukup besar di bidang kebumian ini, sehingga kami merasa sangat dibutuhkan Teknik Geofisika,” katanya.
Selain kebutuhan tenaga dosen yang sudah terpenuhi, Rusydi juga menyebutkan beberapa kebutuhan sarana dan prasarana pendukung Prodi Teknik Geofisika juga sudah dimiliki oleh FMIPA Untad. Di antaranya adalah keberadaan laboratorium, serta peralatan pendukung lainnya seperti alat geolistrik dan alat seismik.
“Yang juga membuat kami optimis membuka Prodi ini, karena laboratoriumnya sudah ada. Peralatannya sudah ada beberapa yang kita punya, seperti alat geolistrik dan alat seismik sudah ada. Intinya sudah sangat siap, tinggal mungkin beberapa tambahan sedikit yang kita butuhkan,” tuturnya.
Ditambahkannya, status awal Prodi tersebut nantinya adalah otomatis terakreditasi C, sebagaimana pembukaan Prodi-prodi baru lainnya, karena pada pengurusan pembukaan Prodi pihaknya sudah turut mengirim borang berkaitan akreditasi. “Nanti setelah enam bulan, kita diminta lagi mengirim borang untuk akreditasi berikutnya,” tandasnya.
(abr/Palu Ekspres)






