PALU EKSPRES, PALU – Pecinta hewan liar, Muhammad Panji, atau yang biasa dipanggil Panji Petualang mengaku dibuat kesal oleh Buaya berkalung ban. Kekesalan ini disebut Panji karena setelah hampir sepekan ini, buaya tersebut terus “kabur” ketika hendak diselamatkan Panji.
Sejak akhir pekan lalu, Panji bersama tim dari Jawa Pos datang ke Kota Palu, untuk mencoba melepas ban yang menjerat badan buaya yang juga sempat viral hingga di media-media internasional tersebut.
“Asli bikin kesal, setiap aku ada dia hilang, setiap aku samperin dia kabur,” kata Panji, kepada sejumlah wartawan, di Kantor Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulteng, Kamis 25 Januari 2018.
Panji bersama tim dan dibantu Ditpolair Polda Sulteng, memang telah melakukan berbagai upaya, untuk menyelamatkan satwa liar tersebut. Pada Rabu 24 Januari 2018, Panji dan tim sempat menggunakan jaring untuk menjerat, namun buaya berkalung ban itu berhasil lolos.
“Kemarin (Rabu-red), cuma muter-muter di perahu lalu hilang (buayanya-red),” imbuh Panji. Terbaru, pada Kamis kemarin Panji dan tim memasang perangkap pengikat yang diberi umpan ayam dan itik hidup. Namun, hingga sore menjelang petang buaya tersebut tidak terpancing, hanya sesekali terlihat berputar-putar di sekitar pantai.
Meski beberapa kali gagal, namun Panji merasa optimis dapat menyelamatkan buaya tersebut. Karena menurutnya, penyelamatan harus segera dilakukan, sebelum ban motor tersebut semakin menjerat di leher buaya. Ia mengungkapkan, upaya penyelamatan akan dilakukannya hingga Jumat 26 Januari 2018, sebelum ia bertolak kembali ke Jakarta.
“Seratus persen yakin bisa kita selamatkan. Balik dulu ke Jakarta, nanti kembali lagi membawa alat-alat yang diperlukan lebih lengkap. Diprediksi, dalam setahun jika dibiarkan buayanya akan mati. Makanya, semua pihak terkait diharapkan terlibat, dan masyarakat juga ikut membantu,” Tutur Panji.
(abr/Palu Ekspres)






