PALU EKSPRES, PALU – Pengembangan kawasan perumahan di Kota Palu kian menggeser fungsi lahan pertanian dan perkebunan. Akibatnya sektor itu tak lagi bisa diharap menjadi instrumen dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.
Lahan-lahan potensial pertanian ‘sekejap mata’ berganti pemandangan menjadi kawasan pemukiman. Adalah Real Estate Indonesia (REI), salahsatu yang harus bertanggung jawab atas kondisi itu. Karena developer pengemban kawasan perumahan, mayoritas adalah anggota organisasi tersebut.
Terkait itu, Wali Kota Palu, Hidayat mengaku kondisi demikian harus menjadi perhatian pihak REI. REI harus bergandengan tangan Pemkot Palu mendorong peningkatan sektor pariwisata. Sebagai alternatif dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Palu.
“Karena Kota Palu tidak memiliki sumber daya alam. Makanya kami mendorong peningkatan ekonomi itu dari sektor pariwisata,”kata Hidayat, membuka pameran bursa rumah murah, kerjasama DPD REI Sulteng dan Bank BTN, Kamis 15 Maret 2018 di Mall Tatura Palu.
Menurutnya, partisipasi REI dalam hal itu adalah membantu Pemkot Palu mengembangkan infrastruktur pariwisata yang saat ini tengah didorong di sejumlah kawasan. Saat ini kata Hidayat, Pemkot tengah berupaya mengembangkan potensi pariwisata dari empat dimensi alam yang dimiliki Palu. Dimensi pegunungan, perbukitan, sungai dan teluk.
Sejumlah rencana untuk itu tengah dipersiapkan. Misalnya kata Hidayat pengembangan pegunungan di dusun Salena dan Uwentumbu. Dua lokasi itu menurutnya akan dikembangkan menjadi kawasan eko wisata. Membangun sarana olahraga paralayang dan flying fox.
Demikian halnya Sungai Palu. Dalam waktu dekat Pemkot ujarnya akan merealisasikan pembangunan jembatan V, penghubung Jalan Anoa menuju Kelurahan Nunu.
“Ini dimensi sungai yang akan kita kembangkan. Karenanya saya harap REI bisa bergandengan tangan untuk perjuangkan pembangunan jembatan dan pengembangan kawasan wisata sungai,”harap wali kota.
Untuk rencana itu, pihaknya kata Hidayat dalam waktu dekat akan mengikuti audience bersama Kementerian PUPR.
“Mengapa REI, karena REI pusat memiliki power di level pusat untuk sama-sama memperjuangkan ini,”ujarnya.
Hidayat dalam kesempatan itu juga menantang pengurus REI untuk menyediakan bibit pohon penghijauan.
“Ini saya tantang setiap anggota REI menyediakan 2 ribu bibit pohon,”harapnya.
Dalam setiap pembangunan perumahan, REI kata Hidayat juga perlu mempercantik kawasan itu. Minimal dengan membangun cotege dalam kawasan dilengkapi pohon.
“Jadi jangan hanya rumah terus yang dibangun,”sebutnya. REI pun ia harap tetap menjaga kualitas hunian yang mereka bangun. Agar bisa ditempati dalam jangka waktu yang lama. Demikian halnya harga jual rumah. Sedapat mungkin REI mendorong agar perumahan itu murah sehingga bisa dijangkau berbagai kalangan masyarakat.
(mdi/Palu Ekspres)






