Minggu, 17 Mei 2026

Inmemoriam Arge, Si Burung Condor Dari Timur

Oleh Aswar Hasan*

JIKA anda ingin hadir bersama dengan seorang penulis dalam suatu peristiwa yang sedang dibahasnya, maka bacalah kolom Arge (Abdul Rahman Gega). Di kolom itu, anda akan bertemu dengan penulisnya dalam sebuah peristiwa dengan masalah yang kelihatannya sederhana dalam kehidupan, namun pada akhirnya menjadi subtansial dan serius untuk dimasalahkan di tingkat nurani dan akal sehat.

Arge memang telah begitu sangat terlatih dan berpengalaman dalam menggiring pembacanya ke dalam relung kehidupan yang sedang direnunginya. Dalam hal ini, Arge memang jeli melihat fenomena hidup dan kehidupan, didukung dengan ketepatannya dalam memilih sudut masalah. Masalah yang disajikan, begitu hidup dalam pikiran pembaca. Ketika mengambarkan peristiwa yang dipersoalkannya, Arge begitu piawai mengurainya dengan pilihan kata yang tepat, dalam bangunan kalimat konstruktif dan harmoni.

Kepiawaian seorang Arge tersebut, karena ia tidak sekadar seorang wartawan, tetapi karena ia adalah seniman. Terlebih lagi, karena dalam sisi kesenimannya itu, Arge tak lain adalah seorang aktor sekaligus sebagai budayawan. Kita tahu, bahwa salah satu syarat dasar yang bersifat mutlak bagi seorang aktor, adalah kemampuan untuk menghayati sebuah peran. Maka pada sisi inilah, sangat memungkinkan untuk kita tidak perlu heran, manakala seorang Arge menulis, kemudian jika seseorang membacanya dengan penuh penghayatan, akan terbayang dan terasa bagaimana Arge seolah hadir bersama pembacanya, memersoalkan topik pembahasan.

Kepiawaian Arge adalah kemampuannya menari dengan kata-kata yang meliuk kesana kemari, dengan sesering mungkin melambung laksana unpan bola di garis finalti, kemudian menukik, menohok ke pertahanan lawan. Akhirnya, Arge tinggal mengeksekusi dengan sebuah kalimat pamungkas yang langsung menusuk jantung atau nurani kemanusiaan sang pembaca. Kita pun dibuatnya terhenyak, dan tersudut dalam ekstase kemanusiaan.

Satu demi satu kerabat komunitas angkatan Arge, berpulang keharibaan Ilahi. Wartawan kolomnis yang juga guru besar ilmu komunikasi dan hukum H.A.Muis, sudah lama pergi. Demikian juga dengan sahabat karibnya sesama seniman, budayawan, dan wartawan, yakni Arsal Al Habsi yang melegenda dengan istilah Wartawan Cowboy. Sang panglima puisi Husni Jamaluddin, juga telah mendahuluinya. Mereka telah lebih dulu ke alam Baqa, mendahului Arge. Kini, Arge menyusul mereka, menjumpai sang Khalik, untuk kemudian semoga kembali bisa “berjamaah” dengan koleganya di Syurga kelak, Amin.

Suatu ketika, sehabis melayat di pemakaman terakhir Husni Jamaluddin (sang panglima puisi, yang juga sahabat dekat Arge). teman saya, Husain Abdullah, dosen Unhas (kini staf khusus Wapres RI) yang juga adalah seorang wartawan, mengatakan; “kini.., Tuhan tinggal menyisakan kepada kita seorang Pak Arge.” “Ya, tinggal Pak Arge dari barisan seangkatannya, yang bagi kita secara emosional proximity, masih dapat diajak bersama-sama memikirkan dan memprihatinkan kondisi Sulsel dalam konteks keindonesiaan yang berbingkai budaya.” demikian, jawab saya”. Namun, akhirnya Tuhan Pun memanggil Arge. Esais handal itu, telah pergi. Dan, kita pun kehilangan. Khususnya saya yang oleh Pak Arge sering sering memanggil dengan sapaan; “Wahai Anak Muda.”

Uceng (panggilan akrab Husain Abdullah) pernah berkomentar dengan mengatakan; “Posisi Pak Arge saat ini, dapat kita ibaratkan, laksana si Burung Condor yang sudah semakin langka.” “Ya, jika di Tana Jawa sana mereka punya icon yang bergelar si Burung Merak atas diri sang budayawan WS. Rendra, maka setidaknya kita di Tana Celebes ini, juga seharusnya punya icon yang bergelar setingkat. Maka, gelar si Burung Condor saya pikir cukup tepat untuk sosok Pak Arge.” Demikian jawaban spontan saya. Maka, gelar si Burung Condor pun, mulai kami sematkan pada diri Pak Arge.

Burung Condor, adalah sejenis burung rajawali atau garuda yang sudah semakin langka dan termasuk makhluk yang dilindungi untuk dilestarikan. Ia sejenis hewan penjelajah yang perkasa, dan tak terkalahkan. Ia juga sering dialamatkan dengan simbol keangkeran, khususnya ketika bertengger di dahan pohon yang kering, dimana ia memantau alam sekitarnya. Kehadirannya secara mendadak yang disertai tingkah aneh, biasanya oleh penduduk yang menahyulkannya, ditafsirkan sebagai isyarat bakal terjadinya peristiwa yang luar biasa. Kelangkaannya, membuatnya terbiasa mengelana seorang diri, dan tetap tegar dalam kesendiriannya.

Nama si burung condor yang sudah begitu melegenda itu, pernah diabadikan dalam setidaknya dua judul film. Diantaranya, yang berjudul: “Three Days of The Condor” yang dibintangi oleh Robert Redford, dan “The Return of the Condor Heroes” yang diangkat dari novel silat karya Jin Yong, dan dibintangi oleh aktor top Andy Lau.

Bung Arge, si Burung Condor dari Timur. Itulah gelar yang pernah kami sematkan di pundakmu. Engkau telah menunaikan tugas sejarahmu. Namamu tertulis indah di langit kenangan para budayawan dan seniman Makassar. Takkan lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan. Selamat jalan wahai si Burung Condor. Terbanglah melintas ke alam sana, membawa serta amal jariahmu. ***

*Dosen Fisip Unhas Makassar, Ketua Komisi Informasi Provinsi (KIP) Sulsel.

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan
Kajian Ritme dan Sebaran Aktivitas dari Evaluasi Sesi Pemula Mahjongways di Kasino Online
Standarisasi Operasional Kasino Online melalui Pemantauan Intensif Pergerakan RTP PGSoft Mingguan per User
Standarisasi Operasional Kasino Online lewat Kontrol Terukur terhadap Dinamika RTP Mingguan User
Bagaimana Strategi Adaptif Mahjongways Kasino Online Merespons Perkembangan AI di Industri
Modernisasi Algoritma Permainan Live RTP PGSOFT melalui Integrasi Teknologi AI
Analisis RTP PGSoft Berbasis Kalkulus Probabilis dalam Kerangka Konfigurasi Matematik Berakurasi Tinggi
Mahjong Ways 2 Kasino Online Tunjukkan Indikasi Stabilitas Ketika Pola Berulang Mulai Terbaca
Distribusi Data Nonlinear dalam Sistem Analitik Adaptif pada Gates of Olympus Super Scatter
Telaah Mendalam RTP dengan Kalkulus Probabilis dan Rancangan Konfigurasi Matematik Berpresisi Tinggi
Membaca Sosiometri Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Pengamatan Visual dan Stabilitas Sistem