Minggu, 9 Agustus 2026

Gubernur Minta Aspeta Beri Kontribusi Daerah

LANTIK ASPETA – Gubernur Sulteng Longki Djanggola melantik pengurus Aspeta periode 2016 – 2021, Sabtu 16 April 2016. (KIA/PE)

PALU, PE – Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola menyambut baik hadirnya Asosiasi Pengusaha Tambang Daerah (Aspeta) Sulawesi Tengah. Asosiasi yang didalamnya menghimpun para managaer perusahaan tambang dan pemegang Izian Usaha Pertambangan (IUP),  diharapkan tidak hanya memikirkan kepentingan laba anggotanya semata namun memberikan  kontribusi bagi daerah. Namun yang terpenting, kehadiran asosiasi ini ungkap Longki mampu memberikan stimulan bagi perbaikan ekonomi warga di sekitar usaha tambang.

Hal ini diungkapkan Gubernur Longki Djanggola saat melantik pengurus Aspeta Sulteng yang dipimpin PT Direktur Radar Stone 68, H Kamil Badrun AR, SE, MSi, di Palu 16 April  2016. Lanjut Longki, keberadaan Aspeta di tengah fokus pemerintah yang mengoptimalkan sumber daya alam khususnya di sektor minerba menjadi sangat relevan. Diharapkan lanjut Longki Aspeta dapat membina anggotanya khususnya terkait regulasi pertambangan.

Di tempat yang sama Ketua Aspeta Sulteng Kamil Badrun AR, menyoroti perilaku para pelaku bisnis pertambangan yang menurutnya masih abai pada dua hal. Pertama kepatuhan pada aturan main. Kedua, pembinaan sosial masyarakat di sekitar kawasan tambang. Dirinya aku Kamil, kerap mendengar pengusaha mengeluh karena usahanya sering ”dikerjai” oleh sejumlah oknum hanya karena tidak mengantongi dokumen yang sesuai aturan main. ”Saya sering mendengar kalau ada pengapalan pasir dari Palu, pengusaha ini sering dikerjain oknum-oknum tertentu hanya karena dokumen yang tidak lengkap.

Kedepan anggota Aspeta tidak boleh lagi seperti ini. Ini harus dibenahi,” ujar Kamil pada sambutan pelantikan yang juga dihadiri oleh Kapolda Sulteng Brigjend Pol Rudy Sufahriadi dan Danrem 132 Tadulako Kol. Inf Muhamad Saleh Mustafa. Pada kesempatan yang sama, Kamil juga mengingatkan para pengusaha tambang memberikan perhatian lebih terhadap warga di sekitar tambang.  Pengusaha jangan hanya memikirkan keuntungan semata. Mereka mengeruk habis sumber daya alam sementara warga setempat hidup dalam bayang-bayang kemiskinan. Tidak hanya miskin.

Kesehatannya juga terancam karena setiap hari terpapar debu yang diproduksi oleh perusahaan di sekitar itu. Selanjutnya, ketika sumber daya alam di satu daerah habis dikeruk, pengusaha bisa dengan seenaknya pindah mencari  sumber daya alam di tempat lain. ”Sementara di tempat lama mereka mewariskan kemiskinan. Ini harus diubah. Ini tidak boleh terjadi. Pengusaha untung itu wajar. Tetapi pada saat yang bersamaan, keuntungan itu harus di-share untuk peningkatan taraf hidup untuk pendidikan warga kita di kawasan tambang,” ulas Kamil panjang lebar.

Sedikitnya 60 orang masuk komposisi personalia Aspeta periode 2016 – 2021. Sebagai ketua, Kamil Badrun didampingi Dr Ridwan Thahir sebagai Sekretaris dan Rocky Martianus sebagai bendahara. Seluruh unsur Forkompida masuk sebagai penasehat. pengurus Aspeta direkrut dari berbagai profesi berbeda. Selain para pemegang IUP dan manager perusahaan pertambangan, di dalamnya juga terdapat sejumlah akademisi serta instansi teknis terkait. (kia)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization