Minggu, 5 April 2026
Daerah  

BBM Langka, DPRD Parimo Panggil Pihak SPBU

PALU EKSPRES, PARIGI – Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong menggelar rapat dengar pendapat lintas komisi DPRD terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi pada dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), di wilayah Parigi Moutong.

Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setda Parigi Moutong, Azis Tombolotutu mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dengan adanya pertemuan atau rapat dengar pendapat tersebut.
“Kami dari Pemda resah dengan kejadian-kejadian ini, semua SPBU mengalami hal seperti ini, pelayanan jerigen jadi, kita Pemda sampai dimana kewenangan untuk mencegah ini olehnya kami harapkan ada keterlibatan dari pihak kepolisian, dan pihak DPR untuk sama-sama kita mencari solusinya,”harap Azis kepada Palu Ekspres usai rapat dengar pendapat di Kantor DPRD Parimo, Selasa (17/4/18).

Ia berharap dengan hasil pertemuan tersebut bisa berdampak signifikan untuk bisa mengurangi pelayanan jerigen di SPBU. “Jadi hasil kesepakatan tadi antara lain pengisian jerigen dikurangi, bukan dilarang tapi dikurangi jatahnya dan kami dari pemda juga memblow up ke pihak Pertamina mengapa jatah kami di SPBU Parimo di kurangi dari jatah 16 ton ke 8 ton,” ungkapnya.

Sehingga, kata dia, pihaknya harus terlebih dahulu menemui pimpinan Pertamina yang ada di Kota Palu karena saat ini Pertamina masih pergantian pimpinan, dan dalam minggu ini pimpinan yang baru itu masih berada di Makssar. Sehingga, pihaknya berusaha untuk menemui pimpinan tersebut.

“Jadi kita temui dulu pimpinannya agar kita bisa menjawab apakah pengurangan jatah ada kebijakan atau tidak atau ada hal-hal yang lain,”ujarnya. Di kesempatan yang sama juga Pengawas SPBU Kampal Parigi Aswad mengaku, kelangkaan bahan bakar minyak ini sudah berlangsung sejak satu tahun terakhir, salah satu alasan kelangkaan BBM katanya, adalah akibat jadwal buka tutup jalan di kebun kopi.

“Nah itu, karena terlambat BBM akhirnya masyarakat menunggu terus, tadi malam itu sampai pukul 02.00 dini hari mereka tetap menunggu, padahal kami sudah informasikan bahwa nanti pagi kami menjual tapi, kasian juga kan, manusia terpaksa kami layani,”terangnya.

Ia meyakini untuk saat tidak akan terjadi lagi kekosongan pasokan BBM di SPBU tersebut, dan kembali normal seperti sebelumnya. “Dan Insya Allah dengan hasil rapat tadi kita bisa mengatasi pengisian jerigen, dan terkait upah pengisian jerigen akan kami hapuskan,”tegasnya.

(asw/Palu Ekspres)