Minggu, 5 April 2026
Palu  

Hardiknas 2018 Moment Spesial Lidia dan Kasturi

“Kita ini sebagai gurunya sangat bangga melihat murid kami telah berhasil,”ujar Lidia. Sigit kata dia termasuk murid yang berintegritas tinggi sewaktu dibangku SMP. Bertanggung jawab atas kesalahan yang ia buat. “Anaknya baik, integritas tinggi. Kalau salah dia mengakui kesalahannya. Kalau dia terlambat, dia langsung melapor ke para guru yang ia temui. Dan dia tidak mau dibantu,”aku Lidia, Kepada Palu Ekspres.

Pasha, sapaan akrab Wakil Wali Kota Palu kata Lidia juga termasuk murid yang dikenal rajin mengerjakan tugas. Meskipun kecerdasannya rata-rata. “Saya pikir dia rata rata. Tapi kebanggaan seorang guru tidak melihat murid itu pintar atau tidak. Tapi ketika anak itu balik dan mengatakan saya berhasil. Disitu guru punya kebanggan sendiri,”katanya.

Sikap Pasha sebut Lidia tak berubah bagaimana dia menghormati gurunya. Disaat telah menjadi wakil wali kota pun, Pasha mengakui prestasi ynag ia raih kini adalah campur tangan para gurunya. “Dia (Pasha) berterima kasih atas itu semua. Dan mengaku tak bisa jadi seperti saat ini kalau tak ada guru yang membimbingnya,”ujar Lidia.

Kastruri sama bangganya dengan Lidia. Dia pun mengaku tidak menyangka dan sangat terharu ketika Pasha meminta MC memanggil dirinya. “Saya bangga sekali pak. Baru kali ini, di momen 2 Mei ada pejabat yang memanggil gurunya sebagai rasa hormat dan penghargaan,”kata Kasturi.

Apalagi katanya, Agustus 2018 nanti dirinya akan memasuki usia pensiun. Moment itu menurutnya sungguh sangat berarti bagi dirinya. “Siapa pak yang tidak mau terharu dan bangga, saya ini sudah mau pensiun. Berarti dia ingat gurunya,”sebut Kasturi.

Dia pun berharap sikap itu baiknya ditunjukkan juga bagi pejabat lain. Sebuah sikap yang menegaskan seorang murid itu tetap mengingat jasa para gurunya. “Minimal bagi guru yang akan pensiun. Itu akan menjadi kebanggan bagi guru,”ujarnya. Kasturi menilai Pasha adalah murid dengan karakter sabar dan tenang. Meski lulus tidak dalam 10 besar, namun kata dia Pasha termasuk murid yang berprestasi.

“Saya ini kaget-kaget dengan karirnya. Setelah sukses didunia hiburan namanya tiba tiba menjadi wakil wali kota,”pungkasnya. Pasha sendiri menyebut kedua gurunya itu sudah ia anggap sebagai orang tua sendiri. “Mengapa mereka spesial? Karena kami dekat. Bukan lagi sebagai guru dan murid. Tapi sudah seperti orang tua dan anak,”katanya.

Momentum hari pendidikan nasional menurutnya tepat untuk mengapresiasi guru. Tak ada kata dia orang yang sukses dalam karir tanpa bimbingan guru. “Saya berdiri di sini sebagai wakil wali kota itu semua tak lepas dari peran guru.Mereka yang membimbing saya,”pungkasnya.

(mdi/Palu Ekspres)