Jumat, 15 Mei 2026
Agama  

Ihwal Masuknya Muhammadiyah ke Sulawesi Tengah

Masuknya Muhamadiyah di Kota Palu dan Sulawesi Tengah, panjang dan berliku. Banyak tantangannya. Ini penuturan Mantan Ketua Muhamadiyah Syamsudin Hi Halid, yang pernah ditemui di kediamannya.

MUNGKIN tidak banyak tahu, jika masuknya Muhammadiyah di Sulawesi Tengah, dibawa oleh seorang tokoh besar nasional, Buya Hamka. Beliau adalah mantan ketua PP Muhammadiyah seorang ulama besar asal Padang Sumatera Barat. Buya Hamka adalah seorang ulama, politisi dan sastrawan besar yang tersohor dan dihormati di kawasan Asia.

Hamka adalah akronim dari namanya Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah. Lahir di kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, 17 Februari 1908 dan meninggal di Jakarta 24 Juli 1981.

Dialah yang memperkenalkan dakwah Muhammadiyah tepatnya pada 1930 silam di Lembah Palu. Menurut Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah Syamsudin Hi Halid, saat itu, Buya Hamka masih menjadi koordinator Muhammadiyah wilayah Indonesia Timur.

Di Sulawesi Tengah, daerah yang menjadi basis gerakan dakwah adalah Desa Wani – Kabupaten Donggala yang masuk dari arah Gorontalo. Kala itu para mubalig dari Jogja menyelenggarakan pendidikan sebagai media dakwah. Menjelang tahun 1960-an datang gelombang warga Minang yang di tanah kelahirannya telah menjadi pengikut Muhammadiyah. Salah satu dari warga Minang itu bahkan menjadi kepala kantor Urusan Agama di Kabupaten Donggala.

Kemudian ada juga tokoh dari Provinsi tetangga Gorontalo dan Sulawesi Selatan (Bugis) yang membawa Muhammadiyah ke Sulawesi Tengah. Dalam perkembangannya, gerakan yang dikenal dengan pemberantasan tahyul, bid’ah dan khurafat pada tahun 70-an seolah mendapat angin segar, walau resistensi dari internal umat Islam sendiri cukup terasa. Mereka yang datang dari Gorontalo dan Sulsel berhasil membuat wajah Muhammadiyah lebih familiar terhadap warga. Perlahan dan pasti, gerakan ini akhirnya bisa diterima oleh warga.

Sebenarnya gerakan dakwah mulai tertata pada 1965, yang ditandai hadirnya sistem pengaderan Muhammadiyah yang dimotori oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Bersama dengan para tokoh-tokoh Muhammadiyah dari luar daerah, dakwah makin diterima.
‘’Dari IMM inilah lahir bibit-bibit kader Muhammadiyah yang kemudian menjadikan Muhammadiyah seperti yang kita lihat sekarang ini. Saya juga termasuk yang dikader di wadah ini saat itu,’’ katanya.

Kebanyakan tokoh-tokoh Muhamamdiyah yang berjasa membesarkan Muhammadiyah sudah meninggal, seperti H Madjid dan Anwar Djamal termasuk tokoh Muhammadiyah generasi 60-an seperti Rusdy Toana juga sudah wafat. Para sesepuh Muhammadiyah yang tersisa saat ini salah satunya adalah Ishak Arep. ‘’Saya seangkatan dengan Pak Rusdy Toana. Beliau datang dari Jawa, saya masuk kota Palu. Jadi sama-sama,’’ jelasnya.

Syamsudin Halid mengatakan, metode penyebaran gerakan yang dikenal dengan pembaharuannya ini ada dua macam. Ada yang sembari berdagang namun ada pula yang datang khusus untuk menyampaikan misi Muhammadiyah di bidang pembaharuan.

Harus diakui katanya, pada saat itu tantangan Muhammadiyah memang cukup berat. Dakwah yang disampaikan selalu dihalang-halangi, karena misi yang dibawa dianggap menggusur tradisi dan kepercayaan yang sebelumnya telah melembaga di dalam masyarakat. Salah satunya adalah perlawanan terhadap pelaksanaan salat Id di lapangan terbuka.

Saat itu warga masih salat Id di masjid. ‘’Ketika Muhammadiyah menawarkan salat di lapangan, semua protes. Kita bahkan dikawal sama aparat karena menjaga jangan sampai ada warga dari luar yang masuk memprotes. Seru juga saat itu,’’ ujarnya mengenang.
Namun lama kelamaan karena dakwah yang disampaikan Muhammadiyah karena selalu dilandasi dalil-dalil yang kuat, semua orang akhirnya bisa menerima untuk salat Id di lapangan.

Salah satu kunci keberhasilan dakwah saat itu adalah dakwah dari rumah ke rumah.

Kini berkaitan dengan momentum 106 tahun Muhamadiyah di Indonesia, Syamsuddin Halid mengungkapkan, walau telah banyak prestasi yang ditorehkan Muhammadiyah dalam pengembangan umat namun masih banyak pula yang perlu dikoreksi.

Salah satunya adalah adanya kecenderungan mubaliq muda, yang hanya menyampaikan tema dakwah yang moderat. Artinya para dai muda itu, cenderung menyampaikan tema umum dan tidak ingin mengangkat tema yang berkaitan dengan tahyul, bid’ah dan khurafat. Padahal penyakit masyarakat seperti ini masih besar.

Secara fisik kemajuan amal usaha Muhamadiyah cukup menggembirakan. Saat ini pesantren, perguruan tinggi dan sekolah-sekolah Muhammadiyah sudah bertebaran di berbagai daerah di Sulawesi Tengah.

Masih menurut Syamsudin Halid momentum 100 tahun kehadiran Muhammadiyah di Indonesia, bisa dilakukan untuk mengintropeksi dirinya sejauhmana perannya dalam menggemleng akidah umat. Ini sesuai dengan tujuan utama Muhammadiyah yakni mengembalikan seluruh penyimpangan yang terjadi dalam proses dakwah harus terus dilakukan.

Penyimpangan ini sering menyebabkan ajaran Islam bercampur-baur dengan kebiasaan di daerah tertentu dengan alasan adaptasi. Gerakan Muhammadiyah berciri semangat membangun tata sosial dan pendidikan masyarakat yang lebih maju dan terdidik.
Menampilkan ajaran Islam katanya bukan sekadar agama yang bersifat pribadi dan statis, tetapi dinamis dan berkedudukan sebagai sistem kehidupan manusia dalam segala aspeknya. ‘’Inilah yang sedang dan terus dilakukan oleh kader-kader Muhammadiyah, hari ini dan nanti.

(kia/Palu Ekspres)

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan