PALU EKSPRES, PALU – Pembenahan infrastruktur di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Kota Palu, diharapkan dapat terus dikembangkan, untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan Madrasah di Kota Palu dan Provinsi Sulteng secara umum.
Dorongan ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, Dr. H. Rusman Langke, usai kegiatan peletakan batu pertama pembangunan beberapa sarana fisik, yakni laboratorium terpadu, gedung multimedia, perpustakaan dan Masjid di lingkungan MAN IC Kota Palu, Sabtu 14 Juli 2018. Turut hadir pada kesempatan tersebut, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Dr. H. A. Umar.
“Tentu pembenahan-pembenahan infrastruktur serta sarana prasarana harus kita mulai dari saat sekarang ini, untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita di Sulteng, khususnya kemajuan pendidikan Madrasah,” kata Rusman.
Secara khusus, Rusman mengharapkan dukungan sumbangsih dari Pemerintah Provinsi Sulteng serta Pemerintah Kota Palu, dalam peningkatan dan pembenahan infrastruktur, utamanya akses jalan menuju MAN IC Kota Palu yang berada di Kelurahan Mamboro tersebut.
“Terutama akses jalan masuk ke MAN IC ini perlu kita pikirkan bersama. Karena ini menyangkut pembinaan kepada generasi kita, maka tentu sinergitas antara pemerintah dengan Kemenag harus terus kita lakukan. Buktinya lahan di sini merupakan hibah dari Pemkot ke Kemenag,” tutur Rusman.
Direktur KSKK Madrasah Ditjen Pendis Kemenag RI, Dr. H. A. Umar menambahkan, terkait pembangunan di MAN IC dapat segera selesai, sehingga bisa dimanfaatkan pada tahun 2020 mendatang. Olehnya, ia menekankan, agar proposal pembangunan infrastruktur sebagai penunjang pembelajaran segera disusun. Menurutnya, di MAN IC Kota Palu masih kekurangan asrama bagi para siswa.
“Proposalnya diharapkan bisa segera dikirimkan ke Kementerian Agama pusat, paling lambat November. Mau bikin apa saja silakan, tapi yang bermanfaat langsung bagi anak-anak, untuk output dan dalam rangka meningkatkan kualitas Madrasah. Harapan saya di tahun 2020, tidak ada lagi siswa yang tidak punya kamar. Selain itu, tidak ada lagi guru yang tidak punya rumah tinggal,” tutur Umar. (abr)






