Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Kejari Benarkan Jika Kakan BPN Sudah Diperiksa

BPN tolitoli

PALU EKSPRES, TOLITOLI – Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tolitoli, Ady Suprastio, SH, MH, diperiksa pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tolitoli, Kamis (6/9/2018) 2018.

Pemeriksaan pejabat BPN Tolitoli itu terkait penerimaan dana Rp 250 juta dari Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Balai Wilayah Sungai Sulteng (BWSS) III, yang diperuntukan biaya pengukuran lokasi warga yang terkena dampak mega proyek pembangunan Daerah Irigasi (DI) Salugan yang nilai anggarannya mencapai Rp212 miliar lebih.

Kepala Seksi Intelejen ( Kasi Intel) Kejari Tolitoli, Hazairin, SH dikonfirmasi Palu Ekspres, membenarkan pemeriksaan Kepala kantor BPN Tolitoli.
Ia menjelaskan pemeriksaan itu untuk melengkapi penyelidikan dengan melakukan pengumpulan data- data dan bahan keterangan, terkait penerimaan dana pengukuran lahan warga sebesar Rp 250 juta, yang sampai saat ini belum dilakukan oleh tim yang telah dibentuk oleh BPN Tolitoli.
“Iya, Kepala Kantornya sudah diperiksa dan dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan ( BAP) untuk melengkapi Puldata dan Pulbaket, terkait penerimaan dana tersebut,” kata Hazairin.

Ia menjelaskan, dana yang di terima BPN Tolitoli itu di gunakan untuk tim lapangan melakukan pengukuran lahan waga yang terkena dampak dan akan di ganti rugi, namun sampai saat ini belum dilakukan oleh tim BPN Tolitoli, sehingga pembangunan DI. Salugan di Kecamatan Lampasio tersendat, padahal kontrak yang dimenangkan PT. Brantas Abipraya sudah berjalan sejak 9 November 2017.
“Dampaknya dari penerimaan dana Rp250 juta itu, pembangunan DI. Salugan tersendat, karena belum dilakukan pengukuran,” ungkapnya.

Sementara Kepala Kantor BPN Tolitoli, Ady Suprastio. SH.MH dikonfirmasi Palu Ekspres, Ahad (9/9/2018) terkait pemeriksaannya di Kejari Tolitoli belum dapat memberikan keterangan, karena masih dalam perjalanan menuju Dondo.
Pihaknya hanya meminta kepada media ini untuk mengkonfirmasi esok harinya, (Senin,red).
“Maaf saya lagi di jalan menuju Dondo, kalau perlu konfirmasi besok saja di kantor saya tunggu,” jawabnya melalui pesan singkat.

Informasi yang dihimpun media ini, penerimaan dana Rp250 juta tersebut sudah sebagian dibelanjakan untuk keperluan perlengkapan panitia pengadaan dan sekretariat. Kemudian dibelanjakan untuk perlengkapan lapangan Satgas A dan B, serta pembelian perlengkapan teknis satgas, dengan total anggaran Rp 115 juta. Sementara dana Rp 135 juta masih tersimpan di kas bendahara BPN Tolitoli.

(mg6/palu ekspres)