PALU EKSPRES, PALU- Pemerintah Kota Palu mendirikan kembali bangunan soki-soki di Pantai Talise Palu sebagai properti kawasan Kampung Kaili dalam Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) tahun 2018.
Pantauan Palu Ekspres, Rabu 12 September 2018 kemarin, Pemkot melalui dinas perumahan dan kawasan pemukiman (DPKP) tengah menggenjot pembangunannya. Pemkot menggelontorkan dana sebesar Rp4,3miliar untuk pembangunan kawasan tersebut
Sesuai rencana, jumlah soki-soki yang akan didirikan sebanyak 26 buah. Sesuai jumlah kelurahan di Kota Palu.
Lantai di kawasan itu terlihat menggunakan paving blok. Sementara soki-soki seluruhnya berbahan dasar bambu. Namun yang berdiri baru sebatas rangka. Belum beratap dan dipasangi dinding serta lantai. Kepala Bidang Pemukiman DPKP Palu, Istighfar mengaku optimis pembangunan soki-soki itu bisa selesai sebelum festival dilaksanakan.
“Kalau kami perkirakan saat ini (Rabu) sudah rampung sekitar 70persen. Ini terus digenjot. Pekerja disana bekerja siang malam untuk menyelesaikan,”kata Istighfar, Rabu 12 September 2018.
Menurut dia, kontrak pekerjaan pembangunan kawasan soki-soki sebenarnya berakhir pada November 2018. Waktunya sebut dia relatif panjang. Namun dikebut untuk menyesuaikan pelaksanaan festival yaitu tanggal 28 September hingga 3 Oktober 2018.
“Masih ada waktu sekitar dua minggu untuk dirampungkan. Meskipun kontraknya berakhir November,”sebutnya.
Selain bangunan soki-soki, di kawasan tersebut, dengan dana Rp4,3miliar nantinya akan dibangun juga pelataran untuk mendukung festival tahunan itu. Yaitu pelataran menggunakan paving blok. Termasuk membangun drainase pembuangan air. Karena setelah festival nanti, bangunan soki-soki akan dimanfaatkan pedagang untuk berjualan. “Setiap soki-soki juga akan dibuatkan wastafel. Karena bangunan yang dulu tidak punya tempat pencucian piring,”ujarnya.
Bambu yang digunakan sebagai bahan soki-soki lanjut dia, melalui proses perebusan. Agar nantinya bambu bisa bertahan lama dan menjadi tahan terhadap rayap. “Diperkirakan bisa bertahan sampai 10 tahun,”katanya. Namun begitu, mengingat kasifnya waktu, Istighfar mengaku penyelesaian pembangunan drainase dikawasan itu kemungkinan besar akan tertunda mengikuti jadwal kontrak. Atau tidak bisa dikebut sebelum festival. “Kan memang waktu kontraknya itu sampai November,”jelasnya lagi.
Dia menambahkan, bangunan soki-soki nantinya akan menjadi aset Pemkot Palu. Hal itu berbeda dengan bangunan soki soki sebelumnya. Sebab, pembangunan soki soki sebelumnya adalah swadaya dari setiap pemerintah kelurahan. “Tercatat sebagai aset. Artinya, jika mau direhabilitasi kembali, itu harus ada penghapusan aset dulu,”pungkasnya.
(mdi/pallu ekspres).






