PALU EKSPRES, SIGI – Saat ini, Pemerimtah Kabupaten (Pemkab) Sigi tengah gencar-
gencarnya melakukan pengawasan bagi perusahan galian C yang melakukan
pengoperasian di wilayah Sigi. Bahkan, ada beberapa perusahan galian C
yang beroperasi di Sigi telah diberhentikan.
“Berdasarkan hasil rapat dengar pendapat yang dilakukan oleh DPRD Sigi
bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sigi, ada dua perusahan galian C
yang diberhentikan sementara pengoperasiannya,” jelas Wakil Ketua DPRD
Sigi, Jamaludin L Nusu kepada wartawan, Selasa (18/9/2018).
Pemberhentian pengoperasian tersebut, katanya, karena perusahan galian C
yang bersangkutan diduga tidak memiliki izin pengoperasian yang sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
Saat ini pun, dinas terkait tengah melakukan penelusuran lebih lanjut terkait kedua perusahan tersebut.
Dia menambahkan, bahwa rapat dengar pendapat yang dilakukan beberapa waktu lalu, selain membahas dua perusahan galian C yang amdal pengoperasiannya dipertanyakan, pihaknya bersama dinas terkait juga membahas mengenai fenomena mulai maraknya perusahan yang mencoba masuk ke Sigi untuk mengelola Batu Gaja (Amor).
“Namun untuk saat ini, Pemkab Sigi masih mewarning perusahan-perusahan yang masuk ke Sigi untuk melakukan pengoperasian Batu Gajah tersebut, sebelum memperoleh izin
yang sesuai dengan ketentuan. Dan di Sigi sendiri, alhamdulilah belum ada aktifitas perusahan yang melakukan pengelolaan batu yang digadang- gadang memiliki nilai jual yang cukup fantastik,” tuturnya.
Ia menegaskan, karena letak batu gajah banyak yang berada di pegunungan dan kaki gunung, dikhawatirkan bisa merusak keleatarian alam apabila dilakukan eksplorasi.
“Bisa longsor dan berdampak pada keamanan di permukiman warga. Selain itu, batu gajah itu juga merupakan penahan terjadinya longsor di wilayah Sigi. Meski ada izin dari pemerimtah provinsi, akan tetapi ada juga semacam pertimbangan dari Pemkab Sigi, dalam hal ini DLH Sigi berkaitan dengan kelestarian lingkungan. Jadi kesimpulannya, perusahaan galian C yakni pengolahan batu gajah di Sigi masih diwarning,” pungkasnya.
(mg2/palu ekspres)






